Senin, 02 September 2013

Mengenal MBT Leopard 2, Si Macan Tutul Penjaga Daratan Indonesia


Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970-an dan mulai digunakan pada 1979. Leopard 2 menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman. 

Tank Leopard 1 buatan Jerman pertama kali digunakan pada tahun 1956. Tank ini juga menjadi tank tempur utama (main battle tank) di beberapa negara di dunia. Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman. Tank Leopard 2 dikembangkan sejak tahun 1970 dan diluncurkan pertama pada tahun 1979 untuk menggantikan. Leopard juga digunakan di dua belas negara Eropa lainnya, serta negara-negara non-Eropa. Leopard 2, tak diragukan lagi, adalah salah satu tank tersukses dari generasi terakhir MBT, dan lebih dari 3.200 unit telah diproduksi.


Indonesia, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, sebelumnya memang telah mengindikasikan akan membeli 130 tank Leopard dari Rheinmettal AG sebagai bagian dari program modernisasi alutsista TNI senilai 15 miliar dolar untuk lima tahun (2010-2014) saat kunjungan Merkel ke Indonesia pada 2012 lalu. Nilai perkiraan awal pada saat itu adalah 280 juta dolar untuk 130 tank.


“Leopard itu sudah dimodifikasi dan itu akan terpakai untuk daerah tropis. Karena itu namanya Leopard RI karena sudah di adjusted yang bisa dipakai didaerah tropis,” katanya, Selasa (21/5). Tank Leopard dari Jerman akan datang. Tank tersebut sudah dimodifikasi dan nantinya akan berlabel ‘Leopard RI’. Nama tank ''Leopard'' mengingatkan pada The Javan Leopard, yakni macan tutul, spesies khusus yang ada di Pulau Jawa. Pada tahun 2008, spesies ini masuk klasifikasi terancam punah.


Tadinya, pemerintah hanya akan mendapatkan 44 Tank Leopard. Tetapi, ia merasa cukup beruntung karena dengan anggaran 44 tank baru, Indonesia justru bisa mendapatkan sekitar 160 Tank Leopard. “Tadinya, dengan uang yang sama, kita hitung hanya dapat 44 brand new (tank). Tapi dengan uang yang sama kita bisa mendapatkan 100 main battle tank terus kita dapat lagi sekitar 50 medium battle tank,” katanya.

Paket pembelian Leopard Indonesia mencapai 163 Tank, yang terdiri dari 63 MBT Leopard 2 Revolusion, 40 leopard 2A4, 10 Unit Tank pendukung dan 50 Medium Tank Marder 1A3. Jumlah tersebut merupakan sebah jumlah yang cukup fantastis dan akan membuat kekuatan angkatan darat Indonesia akan meningkat secara drastis. Memang dari 163 Tank tersebut hanya ada 103 MBT Leopard 2, selebihnya adalah 10 Tank pendukung. Sisanya 50 Marder 1A3, bukan termasuk dalam kategori MBT, tetapi merupakan Medium Tank. 
  • Leopard 2A4


INDONESIA MEMBELI 40 UNIT TANK JENIS INI. Leopard 2A4 adalah keluarga MBT Leopard yang paling banyak digunakaan saat ini. Leopard 2A4 ini merupakan pengembangan dari Leopard 2A3, dimana banyak sekali perubahan substansial dalam seri ini. Contohnya adalah automated fire and explosion suppression system yang sudah serba digital yang bisa menembakkan berbagai type amunisi terbaru secara akurat dan juga dilengkapi dengan armor perlingungan yang jauh lebih baik dari model sebelumnya.

Leopard 2 ini di bangun dalam 8 batch antara tahun 1985 sampai 1992. Dan semua versi sebelumnya juga diupgrade menjadi standard 2A4. Sampai dengan tahun 1994, Jerman mengoperasikan sekitar 2.125 MBT Leopard 2A4 (695 adalah 2A4 baru, sisanya merupakan upgrade versi lama). Leopard 2A4 juga di produksi secara lisensi kepada Swiss yang akhirnya disebut dengan Pz 87. Saat ini Swiss mengoperasikan sekitar 380 MBT PZ 87.

Setelah berakhirnya era perang dingin, Jerman merasakan bahwa mereka tidak lagi memerlukan MBT dalam jumlah yang banyak. Untuk itu, Jerman akhirnya menjual sebagian besar MBT Leopard 2A4 mereka ke negara lain. MBT lebih dari Jerman tersebut akhirnya dibeli oleh Austria (114), Kanada (107), Chile (140), Denmark (51), Finlandia (139), Yunani (183), Norwegia (52), Polandia (128), Portugal (37), Singapura (96), Spanyol (108), Swedia (160) dan Turki (339). Jika Indonesia benar-benar membeli tank MBT leopard ini, maka Indonesia adalah negara kesekian yang membeli surplus MBT Jerman ini. Menyusul di belakan Indonesia kemungkinan adalah Filipina yang juga tertarik membeli sekitar 30 MBT Leopard 2A4 surplus Jerman.

Jelas sekali bahwa 40 MBT Leopard 2A4 ini bukan merupakan MBT baru, namun bekas pakai militer Jerman. Namun, MBT Bekas bukan berarti rongsokan, karena MBT ini sejatinya adalah salah satu MBT terbaik di dunia. Jerman menjualnya bukan karena MBT ini sudah tidak bagus lagi, namun karena Jerman memiliki surplus MBT yang sangat banyak sisa dari era Perang dingin dahulu. Sekarang mereka harus menjualnya untuk mengurangi biaya maintenance serta mendapatkan uang segar dari penjualannya ke negera lain.

  • Leopard 2 Revolution


INDONESIA MEMBELI 63 UNIT TANK JENIS INI. Leopard 2 Revolution ini adalah Leopard 2A4 yang di upgrade dalam banyak hal. Leopard 2 Revolution ini lebih baik dari Leopard 2A4 dalamurban warfare. MBT jenis ini sudah ditingkatkan performa proteksinya yang dilengkapi dengan paket armor komposit baru yaitu Advanced Modular Armor Protection (AMAP). Armor baru ini memberikan tingkat perlindungan yang jauh lebih tinggi dari serangan musuh. Leopard 2 Revolution ini dilengkapi dengan modular armor, yang berarti bahwa kerusakan pada satu modul armor dapat diatasi dengan mengganti armor yang rusak itu saja. Selain itu MBT ini dilengkapi dengan pelontar granat sebagai bentuk pertahanan diri.




Jika Indonesia benar-benar membeli Leopard 2 Revolution ini, maka Indonesia akan menjadi negara kedua di ASEAN yang mengoperasikan leopard jenis ini. Sebelumnya Singapura juga sudah mengoperasikan 96 Leopard 2A4 yang di upgrade menjadi leopard 2 Revolution, yang akhirnya disebut dengan Leopard 2SG. Dibandingkan dengan Leopard 2A4 standard yang memiliki bobot 56.6 Ton, maka Leopard 2 Revolution ini memiliki bobot sekitar 60 ton.


  • Tank Pendukung Leopard 2 AVLB (Armored Vehicle Launched Bridge)


Leopard 2 Revolution

Leopard 2 Revolution


INDONESIA MEMBELI 10 UNIT TANK JENIS INI. Mungkin banyak pihak yang masih belum memahami kenapa harus ada tank pendukung Tank Leopard 2 ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa MBT adalah kendaraan yang sangat berat, sehingga membutuhkan support agar bisa bergerak leluasa di berbagai medan tempur. Sebagai contoh adalah medan tempur yang dilalui adalah berupa sungai-sungai dimana hanya terdapat jembatan kecil yang tidak memungkinkan untuk dilalui Leopard yang beratnya mencapai 60 Ton. Atau jika ada kejadian tank Leopard ini terperosok kedalam lubang atau apalah sehingga harus diangkat oleh kendaraan lain. Tentu untuk mengangkat Tank seberat 60 ton di perlukan mesin yang memiliki tenaga extra untuk itu. Disini lah perluanya tank pendukung ini.


Untuk mengatasi keterbatasan jembatan untuk Leopard telah dikembangkan varian Leopard versi AVLB (Armored Vehicle Launched Bridge) yang berfungsi untuk menyediakan jembatan portable dengan panjang sekitar 15-30 meter. Varian Leopard 2 ini sejatinya adalah leopard 2 yang mana Hull untuk senjatanya diganti dengan jembatan portable. Dengan adanya varian ini sebagai tank pendukung leopard, maka kritikan selama ini bahwa Leopard tidak akan bisa beropareasi di jembatan Indonesia adalah salah. Karena itu bisa diatasi dengan adanya tank pendukung Leopard ini.

Perhatikan gambar di bawah ini, yang merupakan proses pemasangan jembatan yang dilakukan oleh tank pendukung Leopard 2.

Leopard 2 Revolution

Sedangkan untuk menangani masalah angkat berat, dapat dilakukan dengan varian leopard 2 yang disebut dengan Buffel. Buffel ini memang varian leopard 2 yang dikhususkan menangani kasus seperti ini.

Leopard 2 Revolution

Leopard 2 Revolution


  • Medium Tank Marder 1A3

Leopard 2 Revolution


INDONESIA MEMBELI 50 UNIT TANK JENIS INI. Selanjutnya yang membuat pembelian Leopard 2 dari Jerman ini semakin berkesan adalah disertakannya 50 unit Marder 1A3 sebagai bagian paket leopard ke Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia sudah sejak lama menginginkan ToT untuk membangun Medium Tank sendiri. Dan agaknya ToT yang akan diberikan Jerman ke Indonesia adalah ToT untuk membangun Medium Tank berbasis Marder 1A3 yang dibeli ini. Jika hal ini memang benar terjadi maka ini ToT ini akan memberikan dampak strategis yang sangat besar bagi Indonesia di masa yang akan datang.


ToT medium tank ini akan sangat membantu Pindad yang selama ini sepertinya sangat getol ingin mengembangkan Medium Tank sendiri. ToT Marder 1A3 ini adalah sebuah kesematan emas untuk melangkahkan kaki Indonesia menuju gerbang kemandirian alutsista di masa yang akan datang.

Tank Leoaprd 2 ini akan ditempatkan di Satuan Batalyon Kavaleri 8/Tank dengan lambangnya macan kumbang akan semakin garang saat diperkuat dengan tank ''Leopard''. Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8 berkedudukan di Beji, Pasuruan. Selama ini, Yonkav 8 menjadi markas alutsista kendaraan tempur Scorpion dan Stormer.

Penulis : Yohanes Gitoyo.
Sumber : 
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Leopard_2
  2. http://militerindonesiamy.blogspot.com/2012/09/analisis-indonesian-mbt-63-leopard-2.html
  3. http://afrid-fransisco.blogspot.com/2013/02/leopard-revolution-tank-canggih.html
  4. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/21/mn5eaj-alutsista-dari-jerman-berlabel-leopard-ri
  5. http://www.artileri.org/2013/05/jerman-jual-164-tank-ke-indonesia.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...