Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) : Stop Sementara Mencari Harta Karun di Gunung Padang !

Situs megalit Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 30 Mei 2014. Tim Riset Mandiri Gunung Padang mengungkapkan bahwa situs dibangun oleh empat kebudayaan berbeda, yang tertua diperkirakan mencapai umur 10.000 tahun.

Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) meminta agar penelitian Gunung Padang dihentikan sementara. Menurut IAAI, penelitian yang berlangsung saat ini terlalu tergesa- gesa dan hanya berorientasi hasil, bukan proses.

Ketua IAAI, Junus Satrio Atmojo, mengatakan, "Kami sangat mengkhawatirkan melihat sistem kerja tim yang semuanya dilakukan serba cepat. Mulai dari penggaliannya sampai dengan penyampaian analisis yang umumnya prematur."


Penelitian dan penyampaian analisis kepada publik yang tergesa-gesa punya dua dampak. Satu, menyesatkan publik. Kedua, penelitian justru akan menyulitkan penyusunan sejarah Gunung Padang sebab penggalian yang terburu-buru justru akan merusak.

Junus menerangkan, proses membangun pengetahuan tidak bisa dilakukan secara cepat. Riset mesti berorientasi proses. Data hasil penelitian harus dikumpulkan perlahan, dianalisis, untuk kemudian diketahui konteksnya. 

"Dengan demikian scara perlahan dan teratur kita mencari bukti hubungan antara punden dengan struktur buatan manusia di bawahnya, kalau pun terbukti seperti dugaan tim," ungkap Junus kepada Kompas.com, Kamis (16/10/2014).

Junus menilai, selama ini tim riset Gunung Padang sudah berasumsi bahwa Perut Gunung Padang pasti punya bangunan tua. Penelitian akhirnya hanya berorientasi hasil, menemukan bangunan tua yang belum tentu ada.

"Mencermati perbedaan cara berpikir seperti ini, maka kita mennghimbau agar penelitian untuk sementara dihentikan, untuk memberi waktu bagi semua pihak memahami hasil temuan menggunakan presepsi yang berlainan itu," ungkap Junus.

Penulis dan Editor : Yunanto Wiji Utomo
Sumber : http://sains.kompas.com/, Jumat, 17 Oktober 2014, 21:07 WIB