Rabu, 08 Oktober 2014

Inilah Kisah Elang Tempur SU-35 Penganti Si Macan Tua F-5 E/F Tiger II TNI AU !


Panglima TNI Jenderal Moeldoko sempat mengatakan kepada publik, bahwa kandidat pengganti F-5 Tiger yang paling kuat adalah Sukhoi SU 35. Pernyataan ini terlontar dari Jenderal Moeldoko di beberapa kesempatan saat ditanya wartawan. TNI AU sebagai user, juga konon menginginkan SU35 sebagai pengganti F-5 Tiger.

Dan kini pembelian SU-35 oleh TNI akan semakin mendekati kenyataan. Dalam infografik Harian Kompas, Jumat 03/10/2014, dituliskan Indonesia dalam proses pengadaan 16 Jet Tempur SU-35. Wow….pilihan yang sangat brilian dan membuat Indonesia semakin disegani. Alutsista dengan kemampuan yang sangat mematikan.

su-35-amur
Indonesia memesan 16 Sukhoi SU35 dan 6 kapal selam Kilo (photo: Harian Kompas 03/10/2014)

Dengan adanya SU-35 ini, bisa dikatakan Indonesia sedang menuju “Macan Asia”, jargon yang sempat diutaarakan oleh Presiden SBY.


Sekilas Tentang Pesawat Tempur Sukhoi Su-35 


Sukhoi Su-35 (kode NATO: Flanker-E) adalah pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal asal Rusia. Pesawat ini dikembangkan dari Su-27, dan awalnya diberi nama Su-27M. Pesawat ini dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon. 

Karena kesamaan fitur dan komponen yang dikandungnya, Su-35 dianggap sebagai sepupu dekat Sukhoi Su-30MKI, sebuah varian Su-30 yang diproduksi untuk India.

Pesawat ini sendiri merupakan seri flanker terakhir dan merupakan pengisi kekosongan generasi antara generasi 4 dan generasi 5, bisa dimasukkan dalam generasi 4++.

Pesawat Su-35 sebenarnya diderivasikan dari Su27 dan merupakan varian "ground-baed" dari Su-33. Ketika Au Rusia tetap memakai nama Su-27M, Sukhoi mengubah nama pesawat ini menjadi Su-35 dengan harapan dapat menarik perhatian konsumen asing.

Desain Su-35 sangat identik dengan Su-27 tetapi memakai canard seperti Su-33 dan dengan mesin yang lebih bertenaga ditambah sistem fly-by-wire digital baru. Pesawat Su-35 juga dilengkapi dengan sebuah radar multi-mode baru, detektor inframerah dan senjata yang telah diupgrade.


Sejarah Pengembangan.


Pesawat Sukhoi Su-35 adalah versi perbaikan dari Sukhoi Su-27, dan pada mulanya didesain sebagai Su-27M. Pengembangan Su-27M bermula pada awal dasawarsa 1980-an. Sebuah purwarupa Su-27M (T-10S-70) pertama diluncurkan pada tahun 1988. 

Perubahan dari Su-27 di antaranya kanard, mesin yang dinaikkan kualitasnya, radar baru, dan sistem kendali fly by wire digital. Perubahan lainnya di antaranya kokpit kaca, probe pengisian bahan bakar di udara, gir moncong roda-kembar, radar yang lebih canggih, dua penyangga tambahan di bawah sayap, kapasitas bahan bakar yang lebih besar, dan sirip ekor yang lebih lebar dengan ujung serat karbon horizontal.

Purwarupa pertama dipamerkan pada tahun 1992 di Pameran Dirgantara Farnborough. Sukhoi mengubah desainnya untuk pesawat tempur dari Su-27M hingga Su-35 pada tahun 1993. Sepuluh purwarupa Su-35 dibuat, empat di antaranya adalah ubahan Su-27 enam lainnya adalah sama sekali baru. Tiga produksi Su-27M selesai dilakukan pada tahun 1996 dan diserahkan kepada Angkatan Udara Rusia (VVS) pada tahun itu juga untuk diujicoba. Lima Su-35 digunakan oleh Tim Aerobatik Rusia. Secara keseluruhan 15 pesawat Su-35 (Su-27M) yang laik terbang telah diproduksi, termasuk di antaranya sebuah purwarupa Su-35UB dengan dua tempat duduk. Dua dari Su-35 dimodifikasi menjadi Su-37 pada pertengahan akhir dasawarsa 1990-an. Su-35 dijuluki dengan sebutan "Super Flanker".

Meskipun purwarupa asli Su-27M/Su-35 tidak pernah memasuki deretan produksi, ada banyak perbaikan yang diajukan yang disertakan ke dalam varian ekspor Su-27, misalnya Sukhoi Su-30MKI. Tetapi, Angkatan Udara Rusia tidak menerima varian yang lebih maju dan tetap menggunakan armada Su-27 yang diterima pada masa Soviet dulu, dengan sedikit tambahan Su-30.

Pesawat Su-35 perdana kemudian dikembangkan lagi menjadi Su-35BM, yang memasuki deretan produksi sebagai Su-35S. Su-35 yang dimodernisasi akan menjadi desain antara hingga Sukhoi PAK FA generasi kelima dapat digunakan. Su-35 yang dimodernisasi disebut "Su-35BM" (Bolshaya Modernizatsiya - Modernisasi Besar) oleh beberapa sumber, tetapi Sukhoi menyebut pesawat ini hanya sebagai "Su-35". Su-35 yang dimodernisasi ini dianggap sebagai generasi 4++ oleh Sukhoi.

Berkas:Sukhoi Su-35 on the MAKS-2009 (01).jpg
Su-35BM pada MAKS-2009

Pesawat Su-35 yang dimodernisasi telah dipertunjukkan pada pameran dirgantara MAKS-2007 pada bulan Agustus 2007. Fitur-fitur baru pesawat ini di antaranya badan pesawat yang diperkuat menggunakan bahan-bahan komposit, penanda radar yang diperkecil dari depan, dan sebuah radar PESA yang diperbarui. Pesawat ini diperlengkapi oleh banyak perbaruan pada sistem kelistrikan dan avioniknya, termasuk fly-by-wire digital dan sebuah radar untuk mendeteksi sinyal dari belakang untuk menembakkan peluru kendali SARH. Su-35 yang baru tidak lagi memasang kanard dan rem udara; untuk menjaga kemampuan manuver supaya tetap sama atau lebih besar daripada pesawat-pesawat yang diperlengkapi kanard, Su-35 menggunakan mesin 117S yang baru dengan pipa-pipa vektor pendorong yang selalu berputar.

Versi Su-35 baru terbang perdana pada 19 Februari 2008. Pada 18 Agustus 2009, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan sebuah kontrak untuk pengadaan 48 pesawat tempur Su-35S (Serial) bersama-sama dengan 16 pesawat tempur Su-27/30 untuk dikirimkan pada tahun 2015.

Pada September 2010 Sberbank bersetuju untuk menyediakan pendanaan program Su-35. Pada 14 Oktober 2010, perusahaan Sukhoi mengumumkan bahwa produksi pertama Su-35S telah merampungkan perakitan umum dan bahwa pesawat-pesawat pertama akan dikirimkan kepada Kementerian Pertahanan Rusia pada akhir tahun itu.


Rusia Baru mengoperasikan Sukhoi SU-35 "baru" akhir tahun 2012.


Angkatan Udara Rusia akan menerima enam unit pertama pesawat tempur terbaru Sukhoi Su-35 Flanker-E pada akhir tahun 2012. Saat ini, pesawat-pesawat tersebut sedang menjalani pengujian final."Su-35 sedang berada pada tahap-tahap akhir uji terbang di pusat pelatihan dan uji coba Akhtubinsk (di kawasan Volga). Enam pesawat Su-35 pertama akan dikirim ke AU Rusia akhir 2012 ini," ungkap juru bicara AU Rusia, Kolonel Vladimir Drik, Senin (12/3/2012) di Moskwa, Rusia. Perlu diketahui Kementerian Pertahanan Rusia memesan 48 unit Su-35 pada 2009. 

Su-35 adalah pengembangan terbaru dari pesawat Sukhoi Su-27 Flanker yang menggunakan dua mesin baru seri 117S yang dilengkapi sistem pengarah daya dorong (thrust vectoring) untuk meningkatkan kemampuan manuver. Selain itu, pesawat ini juga memiliki kemampuan menyerang beberapa sasaran udara sekaligus, baik dengan peluru kendali maupun sistem persenjataan lain. Dengan semua kemampuan itu, Su-35 dijuluki sebagai pesawat jet tempur generasi 4++ yang menggunakan teknologi generasi kelima.


Varian
  1. Su-27M/Su-35, Pesawat tempur dengan satu tempat duduk.
  2. Su-35UB, Pesawat tempur dan pesawat latih dengan dua tempat duduk. Berfiturkan penstabil vertikal yang lebih tinggi dan sebuah fuselage tambahan yang sama dengan Sukhoi Su-30.
  3. Su-35BM, Pesawat tempur bertempat duduk tunggal dengan avionik yang diperbarui dan aneka modifikasi badan pesawat. Su-35BM adalah nama tak-resmi.
  4. Su-35S 
  5. Su-35BM versi domestik Rusia.
  6. Su-35K 
  7. Su-35BM versi ekspor.


Spesifikasi (Su-35S).



Sumber data dari : KNAAPO, Gordon and Davidson, MAKS 2007 Su-35 display, aviapedia.com, milavia.net.

  • Karakteristik umum.
  1. Kru: 1
  2. Panjang: 21,9 m
  3. Lebar sayap: 15,3 m
  4. Tinggi: 5,90 m
  5. Luas sayap: 62,0 m²
  6. Berat kosong: 18.400 kg
  7. Berat terisi: 25.300 kg
  8. Berat maksimum lepas landas: 34.500 kg
  9. Mesin: 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC
  10. Dorongan kering: 8.800 kgf (86,3 kN) masing-masing
  11. Dorongan dengan afterburner: 14.500 kgf masing-masing

  • Kinerja
  1. Kecepatan maksimum: Mach 2,25 (2.390 km/h,) pada ketinggian
  2. Jarak jangkau: 3.600 km ; (1.580 km di atas daratan)
  3. Jarak jangkau feri: 4.500 km dengan tangki bahan bakar tambahan
  4. Batas tertinggi terbang: 18.000 m
  5. Laju panjat: >280 m/s
  6. Beban sayap: 408 kg/m²
  7. Dorongan/berat: 1,1

  • Persenjataan.
  1. 1 × 30 mm kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 putaran
  2. 2 × rel ujung sayap untuk peluru kendali udara ke udara R-73 (AA-11 "Archer") atau poda ECM
  3. 12 × stasiun rangka dan sayap untuk sampai 8.000 kg artileri, termasuk peluru kendali udara ke udara, peluru kendali udara ke darat, roket, dan bom seperti:
  4. Vympel R-27: R-27R, R-27ER, R-27T, R-27ET, R-27EP, R-27AE
  5. Vympel R-77: R-77, dan R-77M1, R-77T yang diajukan
  6. Vympel R-73: R-73E, R-73M, R-74M
  7. Kh-31: Kh-31A, Kh-31P (Peluru kendali anti-radiasi)
  8. Kh-35: Kh-59
  9. Kh-29: Kh-29T, Kh-29L
  10. Bom terpandu laser KAB-500
  11. Bom terpandu laser KAB-1500
  12. Bom terpandu laser LGB-250
  13. 250 kg bom tak-terpandu FAB-250
  14. 500 kg bom tak-terpandu FAB-500
  15. Roket terpandu laser S-25, roket tak-terpandu S-250
  16. Poda roket tak-terpandu S-8
  17. Poda roket tak-terpandu S-13

Galery.

Pesawat tempur SU-35 dengan persenjataan penuh.


Kokpit digital pesawat tempur SU-35

Manuver Frolov Chakra andalan pesawat tempur SU-35

Pugachev's Cobra
Manuver Cobra Pugacev andalan pesawat tempur SU-35

Aksi tempur pesawat tempur SU-35 vs Thypoon

 Pesawat tempur SU-35 dalam airshow.
Sumber :
  1. http://jakartagreater.com/tni-pesan-sukhoi-su35/
  2. http://tni-au.mil.id/pustaka/enam-su-35-pertama-au-rusia-datang-akhir-tahun
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-35