Kamis, 30 Oktober 2014

Daging Kambing Bikin 'Tegangan Tinggi,' Pada "Organ Pria", Mitos Atau Fakta ?

 

Daging kambing selalu dikaitkan dengan khasiat pendongkrak kejantanan. Mitos atau fakta?

Ya, secara turun-temurun, daging kambing yang baunya oleh sementara orang dibilang prengus itu dipercaya masyarakat kita bisa membuat orang yang mengonsumsinya menjadi lebih perkasa dalam berhubungan seksual. Mungkin saja!

Tapi, Dr. Muhilai dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi, Bogor, pernah menyatakan, ia meragukan keampuhan daging kambing tersebut. Sebab, kalau diintip kandungan gizinya, tak ada sesuatu yang istimewa. Protein, lemak, dan karbohidratnya tak jauh berbeda dengan daging sapi atau daging kerbau.


Kandungan Daging Kambing. 


Jika didasarkan pada penelitian ahli gizi, ditemukan fakta bahwa daging kambing ternyata jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan jenis daging kambing lainnya. Setiap 100 gram daging kambing mengandung 154 kalori, 3,6 miligram lemat jenuh, dan 9,2 miligram lemak. Zat lainnya yang juga bisa ditemukan dalam daging kambing antara lain Vitamin B, selenium, kolin dan juga zat besi. Daging kambing juga salah satu sumber zat besi, vitamin B, kolin, dan selenium terbaik. Vitamin B akan membantu tubuh membakar lemak, sedangkan kolin dan selenium mampu menangkal kanker.

Sementara itu, selain dagingnya, susu kambing juga memiliki kandungan gizi super lengkap. Senyawa yang bisa ditemukan di dalamnya antara lain sodium atau Na, Klasium atau Ca, Fosofor atau P dan masih banyak lagi lainnya.


Perbandingan asam lemaknya juga hampir sama. Dari segi farmakologis, bisa saja daging kambing mengandung senyawa yang mirip hormon seks pria. Namun, sampai saat ini belum ditemukan dasar ilmiah yang menyatakan daging kambing bisa meningkatkan potensi seksual kaum pria.

Jangan-jangan kemampuan afrodisiak pada daging kambing lebih bersifat sensasi belaka.

Dr. Handrawan Nadesul ternyata juga sepakat, sifat afrodisiak pada daging kambing hanyalah sensasi belaka. Ia melihat, yang didapat oleh mereka yang mengonsumsi makanan atau minuman afrodisiak bukanlah peningkatan potensi seksual – potensi ini tidak bisa langsung naik – tetapi lebih pada sensasi seksual yang mampu membuat seseorang bergairah. Karena, yang berperan membantu meningkatkan potensi seksual adalah hormon.

Daging kambing mengandung afrodisiak, yaitu sebuah bahan yang bisa membangkitkan gairah. Afrodesiak pada daging kambing mengandung senyawa L-Argynin (sejenis asam amino yang menjadi bahan dasar nitric oxide=NO). NO sangat berperan dalam meningkatkan gairah, dimana NO memberikan efek pelebuaran pada pembuluh darah sehingga aliran darah seluruh tubuh lancar. Masyarakat sering menyalahgunakan bahwa mengonsumsi daging kambing lebih dari normal bisa meningkatkan gairah lebih. Namun, kebutuhan protein dalam tubuh hanya 56-48 mg per hari. Jika hal tersebut terus terjadi ini akan mengakibatkan obesitas.

Daging kambing merah menduduki keempat makanan yang memiliki kadar kolestrol tinggi, bagi mereka yang memiliki penyakit hipertensi ataupun kolestrol, wajib menghindari makanan ini. Bagi penderita ginjal, mengkonsumsi daging kambing secara berlebihan sangat berbahaya terutama saat ginjal berkerja keras mencerna. Efeknya, akan terjadi pengendapan protein-protein pada beberapa organ vital.


Fakta Tentang Daging Kambing


Fakta tentang Daging Kambing yang jarang terungkap di masyarakat :

1. Kandungan Kolesterol LEBIH RENDAH dibanding daging merah yang lain! 
Sumber: Proceedings Nutrition Society of Australia, 1997. Dari Juni Sumarmono PhD, Dosen Fakultas Peternakan UNSUD Purwokerto dalam majalah Infovet Edisi 112, 2003.

2. Kandungan Lemak Jenuh LEBIH RENDAH (sekali lagi Lebih Rendah) dibanding daging lain!
Lemak Jenuh (Saturated Acid Fat), butuh waktu yang sangat lama untuk bisa diurai oleh tubuh. Ikatan reaksinya menjadi LDL (Low Density Lipo-protein), membentuk lapisan dinding dalam pembuluh darah, bisa menggumpal jadi plak, yang mengakibatkan penyempitan rongga aliran darah juga menjadikan pembuluh darah tidak fleksibel. Inilah sebab utama dari penyakit jantung, Hypertensi dan Stroke . Maka sering disebut Lemak Jenuh = Lemak Jahat.

3. Kandungan Zat Besi LEBIH TINGGI dibanding daging lain.
Zat Besi berperan penting untuk pengangkutan oksigen dan melancarkan aliran listrik dalam otak.Dan bersama dengan DHA, Omega 3 dan vitamin B12, mampu meningkatkan perkembangan otak. Kandungan zat besi pada daging lebih mudah diserap tubuh dibanding zat besi yang ada pada sayuran maupun makanan olahan (sereal). Diana Nur Fitri -Jurnal Teknologi Pangan Vol.1 No.1 2012

4. Mempunyai banyak kandungan akan Mineral & Vitamin (Protein, Kalsium, Fosfor, Potasium, Selenium, Manganese, Niacin, Folate, Zing, Copper, Sodium, Vitamin; B1, B2, B3, B9, B12, E, K, Omega3, Omega6, dll)
Vitamin B12 atau sianokobalamin merupakan mikronutrien essensial yang hanya terdapat pada hewan dan tidak ditemukan pada sayuran & buah-buahan. Vitamin ini berperan penting dalam pembelahan sel dan metabolisme folat (metabolisme energi), juga dalam pemeliharaan sel-sel saraf, pembentukkan molekul DNA dan RNA, serta pembentukkan platelet darah. Kekurangan vitamin B12 mengakibatkan anemia, mudah lelah lesu, iritasi kulit, gangguan syaraf (motorik atw sensorik), serta gangguan gastrointestinal (kehilangan nafsu makan, kembung, serta konstipasi), pada stadium ringan melemahnya sel saraf bisa mengakibatkan menurunnya kemampuan belajar.


Makanan Pembangkit Gairah


Namun, para ahli bukannya sama sekali tak percaya kalau makanan berkaitan dengan seks. Menurut mereka, keberhasilan seseorang dalam kehidupan seksual akan otomatis terjadi bila mengikuti pola makan sehat seperti berikut ini.

Makanan yang dikonsumsi cukup gizi dan vitaminnya. Dengan demikian stamina jadi meningkat yang secara otomatis akan dapat meningkatkan gairah seksual.

Makanan berupa karbohidrat sederhana seperti gula, sirup, permen, dan semua yang manis-manis tidak dimakan secara berlebihan. Pasalnya, kadar gula darah yang tinggi akan menurunkan gairah seksual.


Kebiasaan minum teh, kopi, dan alkohol, serta merokok juga sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan libido.

Makanan tinggi lemak jenuh seperti lemak ayam, sapi, dan makanan yang digoreng berpotensi membentuk plak pada pembuluh darah, termasuk di daerah genital, akan berdampak terhambatnya aliran darah ke organ ini.

Bila hal ini terjadi, akan mengganggu gairah seksual. Sebagai gantinya, makanlah makanan yang mengandung lemak baik, seperti yang terdapat pada ikan laut yang mengandung omega-3. Juga makanan yang mengandung arginin dan seng (Zn).


Seng dongkrak gairah

Menurut para urolog, dari berbagai segi Zn (zinc) atau seng memang berkaitan dengan masalah seksual pria. Pada bayi laki-laki yang kekurangan senyawa seng dalam tubuhnya, pertumbuhan organ seksualnya akan menjadi kurang sempurna. Di kemudian hari, ketika pria mulai berkenalan dengan kehidupan seksual, pada air maninya terkandung banyak unsur seng. Kadar seng yang rendah akan berdampak tiadanya gairah seksual dan dorongan untuk berejakulasi.

Tak hanya itu, kekurangan seng juga akan mengakibatkan penurunan jumlah sperma dan hormon testosteron. Penurunan hormon pria otomatis mempengaruhi gairah seksual, semakin rendah hormon ini, semakin berkurang libidonya, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Melihat keterkaitan senyawa seng dengan aktivitas seksual, maka para ahli mewanti-wanti agar para pria yang ingin kehidupan seksualnya lancar tidak lupa makan makanan yang mengandung senyawa seng seperti seafood, daging sapi, daging kambing, dan kacang-kacangan. Untuk meningkatkan libido, kaum perempuan cukup mengasup seng 12 mg per hari, sedangkan kaum pria perlu lebih banyak, yakni 15 mg per hari.

Selain seng, senyawa yang disebut-sebut dapat meningkatkan libido adalah arginin, yakni jenis asam amino. Arginin dapat membantu membuka aliran darah pada alat kelamin sehingga membangkitkan gairah. Asupan arginin yang dibutuhkan 2 – 5 gram per hari. Senyawa ini bisa didapat misalnya dari cokelat, havermout, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan seafood.


Jangan lupa olahraga

Dengan kecukupan gizi – tentunya tetap dengan memperhatikan unsur gizi seimbang – bisa dipastikan stamina tubuh meningkat sehingga gairah seksual pun akan jadi tokcer asalkan tak ada masalah lainnya. Seperti, kesibukan sehari-hari, stres, bosan, konflik, rasa tak puas, usia senja, pengalaman masa lalu, obat-obatan, hingga kelainan medis yang bisa menurunkan libido.

Kalau urusan gizi sudah bagus, jangan lupa berolahraga secara teratur karena tak hanya baik untuk kesehatan pada umumnya tapi juga meningkatkan gairah. Tak heran juga, saat tubuh loyo, gairah seksual pasti ikutan loyo. Sebaliknya, saat tubuh bugar karena rajin berolahraga, kerja jantung dan paru-paru menjadi maksimal sehingga aliran darah baik yang ke otak maupun ke organ seks menjadi lancar. Dengan demikian, urusan hubungan suami-istri pun ikut jadi lancar.

Penyusun : Yohhanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : 
  1. Intisari Online, dikutip dari https://plus.google.com/+Najlanajwa, 1 Oktober 2014.
  2. http://blogseputarherbal.blogspot.com/2013/10/Efek-Samping-Daging-Kambing-Bagi-Kesehatan.html
  3. http://dahlansupriatna.blogspot.com/2012/11/jangan-takut-daging-kambing.html