Kamis, 02 Oktober 2014

Struktur Ini Diklaim Bagian dari Piramida Nusantara Gunung Padang !

Gambaran artis situs Gunung Padang di masa lalu.

Tim peneliti situs Gunung Padang menyatakan bahwa mereka baru saja menemukan struktur dinding bangunan di bawah permukaan teras 5, area tertinggi dari situs itu. Menurut sekretaris tim riset, Erik Rizki, struktur dinding itu menerus pada lubang galian hingga kedalaman 3,3 meter. Struktur dinding dinyatakan tersusun atas batuan andesit. Bantuan direkatkan oleh semacam semen purba. 

Dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (26/9/2014), Erika mengklaim bahwa struktur itu menjadi bukti adanya ruangan di bawah teras lima. Struktur itu diduga buatan manusia, sebagaimana sejumlah artefak yang dinyatakan ditemukan pada kedalaman 1-2 meter di teras tersebut.

Tim peneliti Gunung Padang menemukan struktur yang diklaim sebagai bagian dari sebuah ruangan bawah tanah di situs tersebut.

Tim arkeolog dan geolog menemukan struktur batuan di bawah permukaan teras 5 Gunung Padang, Jumat (26/9/2014). Sekretaris tim periset, Erik Rizki, mengklaim, struktur itu adalah bagian dari bangunan di perut Gunung Padang.

"Struktur dinding pada galian ekskavasi teras 5 tersebut kemungkinan besar menjadi bagian dari struktur bangunan raksasa di bawah Gunung Padang," kata Erik dalam keterangan lewat email kepada Kompas.com, Jumat (26/9/2014). Erik mengatakan, ekskavasi masih akan dilanjutkan hingga mencapai dasar dari struktur dinding yang ditemukan hari ini.

Bangunan di bawah permukaan tanah, oleh Danny Hilman Natawidjaja, anggota tim riset lain, disebut sebagai Piramida Nusantara. Bangunan itu dikatakan punya kekhasan geometrik, beda dengan Piramida Giza dan Maya.

Struktur batu yang diklaim merupakan bagian bangunan bawah tanah itu ditemukan pada lapisan budaya 2. Erik mengatakan, berdasarkan sampel karbon yang telah diukur dengan radiometri carbon dating, lapisan itu berumur 6.700 - 10.600 tahun.

Struktur batuan itu menerus hingga kedalaman 3,3 meter. Tim peneliti Gunung padang mengatakan, mereka akan terus melakukan ekskavasi hingga dasar struktur batuan tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Erik, struktur dinding batuan itu memang buatan manusia. "Susunan batuan secara horizontal tidak kontinyu tidak seperti halnya pembentukan susunan batuan yang secara alami kontinyu," kata Rizki.

Ekskavasi Gunung padang berlangsung sejak 14 September 2014 lalu. Sejumlah artefak ditemukan, mulai koin hingga batuan serupa dolmen.

Temuan menuai sejumlah kontroversi. Soal koin misalnya. Sejumlah arkeolog meragukan koin yang ditemukan memang berasal dari masa 5.200 SM seperti yang diklaim tim riset.

Ekskavasi Gunung Padang menggunakan dana abadi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dana yang dialokasikan untuk tahap ini adalah Rp 3 miliar.

Sumber : http://sains.kompas.com/, Sabtu, 27 September 2014, 12:14 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...