Inilah Potret "Selfie" Mengagumkan "Komet Bebek" Yang diambil Pesawat Antariksa Roseta


Wahana antariksa Rosetta milik European Space Agency (ESA) mengambil foto selfie bersama 67P/Churyumov-Gerasimenko, komet yang akan didaratinya dalam waktu sebulan mendatang.

Selfie diambil pada jarak 16 kilometer dari permukaan komet 67P/CG. Untuk bisa mengambil foto itu, Rosetta memanfaatkan "sahabat misi" yang nantinya akan membantunya mendarat, yaitu Philae.



Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko, apakah memang nampak seperti bebek ?

Inilah ukuran si komet bebek, dibanding pesawat antariksa fiksi di film.

Foto diambil dengan instrumen Comet Infrared and Visible Analyser (CIVA) pada Philae, 7 Oktober 2014 lalu. Citra yang dirilis oleh ESA merupakan hasil olahan dari foto yang diambil dengan exposure panjang dan pendek.

Foto ini bakal menjadi gambar terakhir yang diambil Philae. Pada 12 November 2014, Philae akan berpisah dengan Rosetta. Wahana Rosetta akan memulai pendaratan.

Dijadwalkan, Rosetta akan sampai di permukaan komet pada 12 November 2014. ESA telah memilih tempat pendaratan Rosetta di permukaan komet yang berbentuk seperti bebek itu, bernama situs J.

Rosetta diluncurkan pada 2 Maret 2004 dengan roket Ariane 5. Nama Rosetta diambil dari Batu Rosetta, sebuah prasasti di Memphis tertanggal 196 SM terkait Raja Ptolemy V.

Di komet 67P/CG, Rosetta akan menjalankan misi selama setahun, menganalisis permukaan dan interior komet, serta melihat komposisi kimia gas yang dikeluarkannya.

Walaupun cuma bebek, namun bisa juga menghancurkan kota anda lho !


Sekilas Kisah Rosetta Dlam Perburuan si komet bebek.


Rosetta adalah wahana yang dikembangkan oleh Badan Antariksa Eropa (ESA). Wahana itu diluncurkan pada 2 Maret 2004 dengan roket Ariane 5. Nama Rosetta diambil dari Batu Rosetta, sebuah prasasti di Memphis tertanggal 196 SM terkait raja Ptolemy V.


Rosetta diluncurkan pada Maret 2004. Meski demikian, misi itu dirancang sejak 1970 dan baru disetujui pendanaannya pada 1993. Upaya mengiringi perjalanan komet berhasil dilakukan setelah para insinyur di pusat pengendali misi melakukan sejumlah manuver selama dua bulan terakhir.

Pertemuan antara Rosetta dan Komet 67P terjadi saat komet berada pada jarak 405 juta kilometer dari Bumi atau antara Mars dan Jupiter.

Kini, Komet 67P bergerak ke arah Matahari dengan kecepatan 55.000 kilometer per jam. Kecepatan Rosetta sudah disesuaikan dengan kecepatan komet sehingga wahana akan selalu berjalan bersisian dengan komet.

Selanjutnya, Rosetta direncanakan mendarat di atas permukaan komet pada 11 November 2014.

Detail permukaan Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko, perhatikan semburan gas yang menguap dari komet. 

Pada Minggu (25/8/2014), tim misi Rosetta mengumumkan bahwa mereka telah memilih calon lokasi pendaratan manusia di komet yang berbentuk serupa bebek itu. Kelima lokasi yang dipilih masing-masing disebut dengan istilah situs A, B, C, I, dan J.

Stephan Ulamec, Philae Lander Manager pada German Aerospace Center di Cologne, Jerman, mengatakan bahwa lima lokasi itu dipilih karena dianggap memenuhi beberapa kriteria dasar untuk mendukung pendaratan.

"Misalnya, semua lokasi itu paling tidak disinari matahari selama 6 jam selama satu hari di komet dan juga punya permukaan datar," ungkap Ulamec dalam rilis yang dikeluarkan ESA di situs web-nya, Minggu.

"Lima lokasi itu memberi kesempatan kepada kita untuk mendarat dan mempelajari komposisi komet, struktur internal, dan aktivitas komet," imbuh Jean-Pierre Bibring, pimpinan tim ilmuwan untuk program instrumen CIVA, salah satu instrumen yang dipakai dalam misi ini.

Pemilihan lima lokasi itu bukan hal yang mudah. Beberapa hal mesti dilihat, misalnya ketersediaan sinar matahari untuk men-charge baterai, ada tidaknya batu besar dan ceruk yang dalam, serta lainnya.

Untuk bisa menentukan hal itu, ilmuwan menggunakan data yang telah diperoleh Rosetta sebelumnya. Data itu antara lain citra resolusi tinggi, temperatur permukaan komet, serta tekanan dan densitas gas di sekitar inti komet.

Lima lokasi pendaratan misi Rosetta di komet 67P/Churyumov-Gerasimenko.

Lima lokasi itu masih harus dianalisis lagi untuk mendapatkan satu lokasi pendaratan terbaik. Tanggal 14 September 2014 nanti, lokasi pendaratan akan ditentukan. Strategi pendaratan akan dikembangkan sesuai lokasi yang dipilih.

Rosetta akan mendaratkan modul pendarat Philae pada 11 November 2014 nanti. Philae adalah robot berkaki tiga yang nantinya akan secara langsung meneliti komet 67P/C-G. Pada saat pendaratan nanti, Rosetta akan berjarak 20-30 km dari komet, memungkinkannya memotret permukaan komet lebih detail.



Wahana Rosetta direncanakan akan mendarat di 67/P Churyumov-Gerasimenko. Di sana, Rosetta akan menjalankan misi selama setahun, menganalisis permukaan dan interior komet, serta melihat komposisi kimia gas yang dikeluarkannya.

Setelah menempuh perjalanan sejauh 6,4 miliar kilometer selama 10 tahun 5 bulan, wahana antariksa milik Badan Antariksa Eropa (ESA) bernama Rosetta, Rabu (6/8), tiba di Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Inilah untuk pertama kali teknologi buatan manusia mampu terbang mengiringi komet.

”Fantastis. Akhirnya, manusia tiba di komet!” kata Direktur Jenderal ESA Jean-Jacques Dordain di Pusat Operasi ESA, di Darmstadt, Jerman, seperti dikutip BBC.



Akhir Yang Indah : Si Komet bebek berkawan menjelajah antariksa bersama wahana Roseta !


Rosetta akan menemani Komet 67P hingga Agustus 2015, saat komet mendekati Matahari. Berikutnya, Rosetta akan menjadi saksi atas nasib komet saat mengorbit di dekat Matahari.

”Tiba di komet hanyalah awal dari sebuah petualangan yang lebih besar dengan tantangan yang jauh lebih besar pula,” kata Manajer Operasi Rosetta-ESA Sylvain Lodiot dalam rilis ESA di esa.int.

Pendaratan di komet ini akan membuat studi komet tak hanya dilakukan dari Bumi atau antariksa seperti selama ini. Namun, bisa dilakukan di atas permukaan komet langsung. Penelitian komet dianggap penting karena diyakini dari kometlah kehidupan di Bumi bermula.

Data awal yang diperoleh melalui berbagai instrumen di Rosetta menunjukkan, aktivitas Komet 67P pada April-Juni bervariasi. Selubung inti komet yang disebut koma bisa berubah kecerlangannya secara tiba-tiba, tetapi kemudian meredup lagi.

Komet memancarkan uap air sebesar 0,3 liter per detik ke antariksa. Suhu rata-rata komet minus 70 derajat celsius yang menunjukkan permukaan komet gelap dan berdebu.

Citra komet yang diambil dari jarak 12.000 km menunjukkan, komet terdiri atas dua segmen yang asimetris dan dihubungkan bagian mirip leher. Struktur itu menimbulkan pertanyaan apakah komet terbentuk dari dua inti berbeda yang bertabrakan atau dari satu komet yang mengalami perubahan bentuk secara dramatis.

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber : http://sains.kompas.com/,