Minggu, 13 Januari 2013

All About Joko Widodo (Jokowi), Gubernur DKI Jakarta.


Joko Widodo lahir lahir di Surakarta, 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Dengan kesulitan hidup yang dialami, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. 


Joko Widodo mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai pekerjaan menggergaji di umur 12 tahun. Joko Widodo mengalami penggusuran sebanyak tiga kali di masa kecil, hal ini mempengaruhi cara berpikirnya dan kepemimpinannya kelak setelah menjadi Walikota Surakarta saat harus menertibkan pemukiman warga.

Dengan performa akademis yang dimiliki, ia diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Joko Widodo akhirnya berhasil meraih gelar Insinyur, sehingga ia menyandang nama lengkap Ir. H. Joko Widodo. Selepas kuliah, ia bekerja di BUMN, namun tak lama memutuskan keluar dan memulai usaha dengan menjaminkan rumah kecil satu-satunya, dan akhirnya berkembang sehingga membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, 



Jokowi. Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya.


Asal Nama Julukan Jokowi

Joko Widodo (Jokowi), saat menjabat sebagai Walikota Solo, ikut berpartisipasi dalam pawai batik di Solo, tahun 2009

“Jokowi itu pemberian nama dari buyer saya dari Prancis,” begitu kata Wali Kota Solo, Joko Widodo, saat ditanya dari mana muncul nama Jokowi. Kata dia, begitu banyak nama dengan nama depan Joko yang jadi eksportir mebel kayu. Pembeli dari luar bingung untuk membedakan, Joko yang ini apa Joko yang itu. Makanya, dia terus diberi nama khusus, ‘Jokowi’. Panggilan itu kemudian melekat sampai sekarang.


Biodata Joko Widodo.
  • Nama : Joko Widodo
  • Tempat Tanggal Lahir: Surakarta, 21 Juni 1961
  • Agama : Islam
  • Pekerjaan : Pengusaha
  • Agama : Islam
  • Profil Facebook : jokowi
  • Akun twitter : jokowi_do2
  • Email: jokowi@indo.net.id
  • Alamat Kantor : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Telp. 644644, 642020, Psw 400, Fax. 646303
  • Alamat Rumah Dinas : Rumah Dinas Loji Gandrung Jl. Slamet Riyadi No. 261 Telp. 712004
  • HP. 0817441111


Pendidikan: 
  1. SDN 111 Tirtoyoso Solo
  2. SMPN 1 Solo
  3. SMAN 6 Solo
  4. Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta lulusan 1985


Karier.

pelantikan-joko-widodo

  1. Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
  2. Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
  3. Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)
  4. Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) mulai tanggal 28 Juli 2005 – 1 Oktober 2012 ( dua periode 2005-2010 dan 2010-2015), namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota Negara.
  5. Ir. H. Joko Widodo menjawat Gubernur DKI Jakarta sejak tanggal 15 Oktober 2012. Ia merupakan gubernur ke-17 yang memimpin ibu kota Indonesia. 


Penghargaan

  1. Atas prestasinya, oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari "10 Tokoh 2008" .
  2. Menjadi walikota terbaik tahun 2009
  3. Pak Joko Widodo jg meraih penghargaan Bung Hatta Award, atas kepemimpinan dan kinerja beliau selama membangun dan memimpin kota Solo.
  4. Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award
  5. Pada tanggal 12 Agustus 2011, ia juga mendapat penghargaan Bintang Jasa Utama untuk prestasinya sebagai kepala daerah mengabdikan diri kepada rakyat. Bintang Jasa Utama ini adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga negara sipil. 
  6. Terpilih sebagai wali kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012. Pemilihan ini diselenggarakan oleh The City Mayors Foundation, yayasan walikota dunia berbasis di Inggris. Situs resmi World Mayor Project menyebut keberhasilannya mengubah Surakarta dari kota yang banyak tindak kriminal menjadi pusat seni dan budaya, yang kemudian berhasil menarik turis internasional untuk datang.


Selain itu, berkat kepemimpinan beliau (dan tentunya semua pihak yg membantu), kota Solo juga banyak meraih penghargaan, di antaranya :
  1. Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
  2. Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
  3. Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
  4. Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum
  5. Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia


Jokowi sebagai Wali kota Surakarta.


Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas luar negeri.
  1. Rebranding Solo, Branding untuk kota Solo dilakukan dengan menyetujui slogan Kota Solo yaitu "Solo: The Spirit of Java".  Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran.
  2. Merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, 
  3. Memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, 
  4. Melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. 
  5. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. 
  6. Mendamaikan Keraton Surakarta. Pada tanggal 11 Juni 2004, Paku Buwono XII wafat tanpa sempat menunjuk permaisuri maupun putera mahkota, sehingga terjadi pertentangan antara kedua putranya, Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan (SDISKS) Paku Buwono XIII dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan. Jokowi akhirnya berperan menyatukan kembali perpecahan ini setelah delapan bulan menemui satu per satu pihak keraton yang terlibat dalam pertentangan. Pada tanggal 4 Juni 2012 akhirnya Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan berakhirnya konflik Keraton Surakarta yang didukung oleh pernyataan kesediaan melepas gelar oleh Panembahan Agung Tedjowulan, serta kesiapan kedua keluarga untuk melakukan rekonsiliasi.
  7. Wali Kota Solo, Joko Widodo, mengganti mobil dinasnya, Toyota Camry, dengan mobil Esemka karya siswa SMKN 2 Surakarta



Sumber :
  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo, 5 Januari 2013, 08.33 UTC.
  2. http://biografi.rumus.web.id/biografi-jokowi-joko-widodo/, 
  3. http://www.voaindonesia.com/content/jokowi-raih-penghargaan-walikota-terbaik-ketiga-dunia/1579686.html, 8 Januari 2013.