Kamis, 03 Januari 2013

Anda Perlu Tahu : Jakarta Deep Tunnel 2013 !



Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo  berencana  membuat terowongan sebagai solusi permasalahan bajir di Ibu Kota. “Deep tunnel, smart tunnel, terowongan atau waduk air bawah tanah,” kata dia . Pemprov DKI Jakarta akan membangun deep tunnel sebagai terobosan mengatasi banjir. "Salah satu permasalahan utama yang tengah dihadapi Jakarta adalah banjir. Masalah ini harus cepat diselesaikan. Deep tunnel ini merupakan salah satu terobosan untuk menyelesaikan masalah itu," kata Gubernur DKI Joko Widodo saat melakukan peninjauan saluran air di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Rabu (26/12) lalu. “Terobosannya itu Deep Tunnel, tidak ada yang lain,“ ujar gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Kamis (27/12).


Impian Deep Tunnel Jakarta di era Gubernur Sutiyoso.

[imagetag]
 Skema Multi Purpose Deep Tunnel Jakarta pada saat Gubernur DKI Sutiyoso
 
Sebenarnya impian pembangunan "deep tunnel" untuk mengurangi dampak banjir di Jakarta pernah diwacanakan oleh Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso. Sutiyoso sudah mewacanakan hal tersebut, bahwa untuk membangun  "deep tunnel" diperlukan anggaran sebesar Rp16 triliun. Mantan Pangdam Jaya itu bahkan sudah melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk melihat secara langsung deep tunnel milik "negara jiran" itu yang akhirnya mampu mengatasi Kuala Lumpur dari ancaman banjir tahunan sama halnya seperti Jakarta. 

[imagetag]
  Jakarta Deep Tunnel memiliki 3 tingkat, dengan 3 fungsi.

Terowongan bawah tanah tersebut, memiliki tiga fungsi yaitu dapat digunakan sebagai jaringan transportasi yaitu sebagai jalan tol bagi kendaraan, tempat pengolahan limbah dan saluran jaringan utilitas seperti kabel telepon dan listrik. Bangunan Jakarta Deep Tunnel  memiliki kegunaan untuk mengendalikan puncak banjir, memperbaiki sanitasi lingkungan dan limbah cair, mengurangi pemompaan air tanah, tidak memerlukan pembebasan tanah dan dapat dimanfaatkan untuk jalan tol.

Aplikasi terowongan tersebut membagi Jakarta menjadi tiga area yaitu Barat, Pusat dan Timur. Area pusat menjadi prioritas pembangunan yaitu ditempatkan di bawah sepanjang sungai Ciliwung dan Kanal Banjir Barat mulai MT Haryono melalui kanal banjir barat yang memiliki panjang 22 kilometer dengan diameter 12 meter. Dalam rencana saat itu, untuk sarana jalan tol dapat dimulai dari Balekambang-Manggarai dengan akses keluar melalui pintu di Roxy, Tanah Abang dan Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu proses pembangunan terowongan multifungsi Jakarta sendiri diharapkan akan dimulai pada 2010 dan selesai pada 2015. Kini semua ada ditangan Gubernur Joko Widodo untuk mewujudkan hal tersebut.


Tentang  Smart Tunnel Kuala Lumpur.

[imagetag]
 Smart Tunnel Kuala Lumpur yang dapat dilintasi kendaraan.

Pemerintah Malaysia mempersiapkan tiga proyek untuk mengatasi banjir di ibukota negara yang merdeka pada 8 Agustus 1962 tersebut. 
  1. Proyek pertama adalah pembangunan Stormwater Management And Road Tunnel (SMART) . SMART terdiri atas terowongan sodetan banjir ( flood bypass) dengan diameter 11,8 meter sepanjang kira-kira 9,7 km yang berawal dari Kampung Berembang, Ampang disebelah hulu menuju ke arah selatan dan berakhir di Taman Desa. Setengah dari terowongan tersebut sekitar tiga meter akan menggabungkan pengendalian banjir dengan jalan raya.
  2. Proyek kedua adalah sodetan Sungai Gombak sepanjang 3,375 kilometer dan juga sodetan sungai Keroh sepanjang 2,2 kilometer. 
  3. Proyek yang ketiga adalah pengembangan pekerjaan yang terkait dengan SMART di kawasan Sungai Kerayong sepanjang 1,8 kilomter.
Pada intinya SMART terdiri atas tiga komponen penting yaitu :
  1. Kolam penyangga seluas 10 hektare di kawasan Kampung Berembang yang mampu menampung air hingga 600.000 kubik.
  2. Komponen yang kedua adalah terowongan bawah tanah sepanjang 9,7 kilometer sebagai tempat lintasan air yang disodet tersebut dimana tiga kilometer diantaranya digunakan bagi jalan bebas hambatan. Diawali dari kawasan pertemuan sungai Klang dan sungai Ampang tak jauh dari Jalan Ampang dan berakhir di pertemuan antara sungai Kerayong dan sungai Klang tak jauh dari jalan bebas hambatan Kuala Lumpur-Seremban.
  3. Komponen yang ketiga adalah kolam penampungan seluas 22 hektar di kawasan Taman Desa dengan kapasitas penampungan 1,4 juta kubik.
Pola Kerja pencegahan banjir Untuk memastikan sistem itu berjalan dengan baik, SMART memiliki dua pusat pengendali yaitu 
  • pusat pengendali jalan bebas hambatan
  • pusat pengendali-perkiraan banjir. 
Meski terletak di dua kawasan terpisah yaitu masing-masing di kawasan Tun Razak untuk pengendali lalu lintas dan Kampung Berembang untuk pengendali banjir, keduanya berbagi data secara online.

Terowongan itu memiliki diameter 12 meter yang terdiri atas tiga tingkat. Tingkat pertama untuk aliran air dan dua tingkat sisanya untuk lalu lintas bebas hambatan.


Bagaimana Cara Kerja Smart Tunnel ini ? 
  1. Bila ketinggian air sungai Klang lebih dari 30 meter kubik per detik, maka akan dibuka pintu-pintu air ke kolam penyangga. Di kolam itu terdapat juga fasilitas pemilahan sampah agar tidak masuk ke terowongan bahwa tanah dan difungsikan tingkat bawah terowongan bawah tanah.
  2. Bila kemudian ketinggian air sudah diatas 150 meter kubik per detik, maka terowongan ditutup total untuk kendaraan dan sepenuhnya dialiri oleh air agar limpasan air sungai Klang tidak meluber ke kota Kuala Lumpur. Diperlukan waktu antara dua hingga empat hari untuk kembali mengoperasikan jalur bebas hambatan setelah ditutup akibat digunakan untuk saluran air. Selain harus memastikan kebersihan dengan disinfektan, juga membersihkan jalan.

Setelah air limpasan sungai Klang dialirkan melalui terowongan itu, kemudian disalurkan hingga kolam penampungan. Pada akhirnya dari kolam penampungan itu, air dialirkan ke laut.

Selain mengendalikan air bila terjadi banjir, pusat pengendali banjir juga mempunyai kemampuan memprediksi kemungkinan banjir akibat kenaikan curah hujan. Mereka menyimpan data curah hujan dan juga intensitas aliran air sungai Klang dan sekitarnya selama beberapa tahun terakhir.

Satu hal yang menarik, seperti diakui salah seorang konsultan proyek tersebut asal Australia, David, ide untuk pengaturan air tersebut sebagai pencegahan banjir salah satunya diambil dari bendungan yang ada di Indonesia yaitu di Sibolga dan Pekanbaru.

SMART dimulai pada 1 Januari 2003 dan selesai pada Juni 2007. Saat ini fasilitas itu sudah beroperasi, baik untuk pengaturan air bila sungai Klang meluber juga operasional jalan bebas hambatan.


 Impian Deep Tunnel Jakarta di era Gubernur Joko Widodo.



Jokowi mengatakan akan memutuskan proyek ini awal Januari 2013. Menurutnya, terowongan bawah tanah akan dibangun lurus dari MT Haryono hingga Pluit. Selain itu, Jokowi mengatakan, jika hanya terus bertumpu pada cetak biru tidak ada terobosan, maka berpuluh-puluh tahun akan terjadi banjir.

Jokowi mengungkapkan sampai saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Kemungkinan, kata dia, Awal Januari 2013 mendatang baru ada kepastian mengenai pelaksanaan proyek deep tunnel itu.

Ia menargetkan pengerjaan proyek tersebut dapat diselesaikan dalam waktu empat hingga lima tahun ke depan. Jokowi juga memastikan dalam pelaksanaannya nanti, proyek itu tidak akan mengganggu arus lalu lintas, karena menggunakan alat bor di bawah tanah.



"Rencananya, deep tunnel ini memiliki diameter hingga 16 meter, dan akan dibangun di sepanjang Jalan MT Haryono sampai Pluit, Jakarta Utara," ujarnya.

Ahok: Deep tunnel akan dibangun dari sisa anggaran tahun 2012

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/12) berkata : "Enggak tahu, kalau Malaysia Rp 16 triliun. Itu dengan kurs waktu mereka bangun,".

Program tersebut diakuinya belum masuk dalam APBD tahun 2013. Namun, menimbang Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Tahun 2012 sebesar Rp 10 Triliun diharapkan dapat dijalankan tahun depan. "Iya harusnya sih bisa masuk tahun depan," katanya.

Menurutnya, ide smart tunnel pernah diusulkan ke Pemprov DKI jaman kepemimpinan Sutiyoso hingga Fauzi Bowo. Tetapi, terbatasnya anggaran maka belum dapat direalisasikan.

"Jadi ide ini dulu sudah pernah diusulkan Pemprov jamannya bang Yos. Cuma dulu, termasuk jamannya pak foke, dana belum cukup, itu gara-gara dana enggak cukup aja," jelasnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan saat ini Silpa Rp 10 Triliun, dapat dimanfaatkan oleh Gubernur, sehingga pendapatan dapat meningkat tahun depan. Selanjutnya, dengan adanya penghematan anggaran di setiap pos diharapkan dapat membangun smart tunnel.

"Jadi kita akan banyak uang kan. Kalau banyak uang kenapa tidak bangun," tandasnya.

Ahok mengaku belum tahu nanti mekanisme akan seperti apa. Namun, jika pengerjaan proyek tersebut dikerjakan Pemprov sendiri, maka dapat langsung dilakukan tender.

"Nanti akan diatur, kalau kita sendiri ya kita kerjakan saja. Kita tender saja," ujarnya. Ahok juga menyebut smart tunnel di Malaysia dibangun dalam waktu empat tahun.

Sementara itu, terkait masalah pendanaan, Jokowi belum bisa memprediksi berapa anggaran yang akan digelontorkan untuk pembangunan terowongan tersebut. "Woh.. gede banget itu. Nanti lah, kurang lebih mungkin Rp 16 triliunan," kata Jokowi. Joko Widodo mengaku akan menggandeng sejumlah investor untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan proyek tersebut.

"Jadi, proyek ini nantinya tidak hanya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI, tetapi saya juga akan mencari investor untuk turut serta dalam proyek ini, karena memang butuh dana yang sangat banyak," katanya. 

Ia pun menargetkan pengerjaan pembangunan deep tunnel, empat sampai lima tahun mendatang dan akan dimulai pada tahun 2013.

"Dipikir kita enggak pusing mikir beginian. Siang malam kita harus cari solusi untuk masalah-masalah yang ada seperti ini," kata Jokowi.

Video pengerjaan Deep Tunnel di luarnegeri.

Pengerjaan deep tunnel itu, kata dia, tak memerlukan pengalihan arus lalu lintas secara besar-besaran. Deep tunnel tersebut, diyakini Jokowi, tidak akan mengganggu yang berada di atas permukaan tanah.

"Enggak ganggu, itu pakai alat bor, langsung sedot langsung buang, kita sudah mengerti lah itu. Kemarin kita mau putusin darurat. Setelah melihat sekarang ini baru saya sadar, darurat untuk diputuskan," pungkas Jokowi.

Sumber : 
  1. http://www.ciputraentrepreneurship.com/, 29 Desember 2012.
  2. http://www.merdeka.com/,
  3. http://andi-newsonline.blogspot.com/.