Selasa, 08 Januari 2013

Fosil Tertua di Bumi ditemukan di Australia, Berumur 3,5 Miliar Tahun


Fosil-fosil mikro telah ditemukan di Australia, ini menunjukkan bahwa lebih dari 3,4 miliar tahun lalu, bakteri berkembang di Bumi saat tak ada oksigen, sebuah temuan yang meningkatkan harapan mengenai adanya kehidupan di Mars, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience, Minggu (21/9).

Para peneliti dari University of Western Australia dan Oxford University mengatakan sisa-sisa mikroba, yang berada di batuan sedimen kuno yang telah memicu perdebatan selama hampir satu dekade, telah dikonfirmasi sebagai fosil paling awal yang pernah tercatat.

Sampel ini berasal dari wilayah terpencil Pilbara di Australia Barat, sebuah situs yang disebut Strelley Pool, di mana mikroba, setelah mati, utuh terawetkan di antara butir pasir kuarsa.

Pada tahun 2002, tim ilmuwan yang melakukan penelitian di daerah yang sama mengatakan mereka telah menemukan fosil bakteri. Melalui mikroskop elektron dan teknik spektroskopi terbaru, mereka memiliki bukti bahwa sampel mereka bersumber biologis.

Mereka percaya, mikroba berukuran 0,0004 inci tersebut memakan senyawa sulfur untuk bertahan hidup.
"Akhirnya kita memiliki bukti yang solid mengenai kehidupan lebih dari 3,4 miliar tahun lalu, dan menegaskan keberadaan bakteri saat ini yang hidup tanpa oksigen," kata Martin Brasier, seorang profesor di Oxford University, dalam sebuah siaran pers. "Bisakah hal ini ada di Mars?" tambah Brasier.



Seperti dilansir Daily Mail, Noffke mengatakan bahwa ini adalah jejak nenek moyang tertua di bumi, dan bukan tubuh dinosaurus. Fosil ini berupa jejak jaring seperti laba-laba pada permukaan batu pasir yang diperkirakan telah diukir oleh organisme hidup yang berinteraksi dengan sedimen. Namun pasir secara bertahap berubah menjadi batu dengan tekstur khusus.

Temuan fosil di Pilbara, Australia ini ada sebelum oksigen masuk ke bumi.

Meski para ilmuwan telah menemukan batuan yang lebih tua, namun Noffke mengatakan bahwa untuk menunjukkan jejak kehidupan dalam bebatuan yang terkikis ini sangat mustahil.

"Ada beberapa yang jauh lebih tua, tetapi mereka mengalami metamorfosis dan sulit untuk merekonstruksi apa yang ada di sana," tambahnya.

Pola jaringan laba-laba yang ditemukan oleh Noffke dan rekan-rekannya mengisyaratkan bahwa bakteri primitif dihubungkan dalam jaringan yang luas. Tekstur ini mirip dengan batuan berusia 2,9 miliar tahun yang ditemukan di Afrika Selatan.

Sumber : 
  1.  http://www.pikiran-rakyat.com/,
  2. http://teknologi.news.viva.co.id/, Wuri Handayani, Amal Nur Ngazis,  Sabtu, 5 Januari 2013, 15:46