Senin, 20 Januari 2014

Banjir Jakarta akan Jauh Berkurang...(Mungkin) Mulai 2016 !

Bencana banjir melanda Ibukota Jakarta.

Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, memperkirakan banjir yang melanda Jakarta akan jauh berkurang pada 2016 mendatang. Namun, dengan catatan, pembangunan sodetan di Sungai Ciliwung dapat selesai pada Maret 2015. 


"Catatan banjir pada tahun 1996, 2002, dan 2007 terjadi karena debit yang melewati Bendung Katulampa lebih dari 600 meter kubik per detik. Bahkan, pada tahun 2010 mencapai rekor, 630 meter kubik per detik," ujar Andi Arief dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.


Kata Andi, Katulampa merupakan sistem peringatan dini banjir Jakarta dan sekitarnya. Katulampa memiliki lebar 114 meter, dengan lebar bendungan utama seluas 82 meter dan lebar bendung irigasi seluas 32 meter. 

Andi mengungkapkan, air dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang melalui bendung Katulampa akan mengalir melalui daerah Depok hingga akhirnya sampai di pintu air Manggarai. Di pintu air Manggarai ini terdapat dua pintu utama yang menuju kali Ciliwung lama, istana dan pintu utama ke Kanal Banjir Barat.


Daya Tampung

Selain letak geologisnya, persoalan serius yang selama ini dihadapi di Kanal Banjir Barat dari pintu air Manggarai adalah keterbatasan daya tampung yang hanya 290 hingga 340 meter kubik per detik. Dengan begitu, jika debit air yang tercatat di bendung Katulampa berkisar antara 275 hingga 442 meter kubik per detik, maka Jakarta akan mengalami siaga 2. 

"Jika debit air yang tercatat di atas 441 meter kubik per detik, status Jakarta adalah Siaga 1," ucapnya.

Status siaga 1 dan 2 ini, menjadi peringatan kepada warga di bantaran sungai Ciliwung untuk bersiap menghadapi luapan genangan sungai. Untuk itu, Andi menekankan bahwa laporan informasi tentang perubahan ketinggian muka air dan debit harus diperbarui setiap setengah jam. 

Peningkatan debit air di bendung Katulampa secara signifikan sudah terjadi sejak 1985. beberapa kali debit air yang melimpah mencapai 600 meter kubik per detik. 

Untuk mengantisipasi luapan banjir di Sungai Ciliwung, kata Andi, pemerintah pusat telah membangun infrastruktur Kanal Banjir Timur yang didesain untuk membagi beban kiriman dari hulu DAS Ciliwung yang direncanakan mampu menampung 350 meter kubik per detik.

"Pada bulan Maret 2015, pembangunan sodetan ini sesuai dengan laporan Kementerian Pekerjaan Umum, selesai. Jadi, 2016 banjir akan berkurang drastis," dia tegaskan lagi. (ren)

Penulis : Aries Setiawan, Marlina Irdayanti
Sumber : http://metro.news.viva.co.id/, Senin, 20 Januari 2014, 05:13 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...