Selasa, 28 Januari 2014

RI Berpotensi Gantikan China Jadi Pusat Manufaktur Dunia.

Pabrik Foxconn di Provinsi Guangdong, China

Indonesia belakangan ini diminati sejumlah investor sebagai tempat berproduksi. Bahkan, bila terus memperbaiki stabilitas domestik, Indonesia bisa menggantikan China sebagai pusat manufaktur dunia di masa depan. 

Penilaian itu dilontarkan kalangan pengamat saat sejumlah pemain besar di sektor manufaktur berencana merelokasi maupun memperluas produksi di Indonesia. Salah satunya adalah Foxconn Technology Group, pembuat barang-barang elektronik andalan raksasa-raksasa teknologi dunia seperti Apple Inc. dengan produk iPhone dan iPad-nya. 

Menurut kantor berita Reuters, Ketua Dewan Direktur Foxconn, Terry Gou, kepada para karyawannya, Minggu kemarin, mengumumkan rencana memperluas basis produksi ke Amerika Serikat dan Indonesia. Di AS, Foxconn akan membangun pabrik-pabrik untuk teknologi terkini, sedangkan di Indonesia bakal berdiri pabrik-pabrik dengan ongkos rendah namun mampu memproduksi secara massal. 

Selama ini Foxconn, yang berasal dari Taiwan, berkonsentrasi pada basis produksi di China. Namun, akhir-akhir ini Foxconn berniat mengurangi ketergantungan produksi di Negeri Tembok Besar itu. "China bukan sebagai sebagai pusat manufaktur untuk perusahaan-perusahaan skala dunia, terutama juga di industri komputer personal," kata Danny Lee, pengamat dari Mega Finanical Holding. 

Maka, tahun ini, Indonesia akan jadi prioritas pengembangan basis produksi Foxconn. Maka perusahaan itu akan menggandeng raksasa teknologi asal Kanada, BlacBerry Ltd., untuk produksi perangkat-perangkat terbarunya. Kebetulan Indonesia menjadi salah satu pasar menggiurkan bagi BlackBerry, yang tengah berjuang untuk tetap berkiprah di pasar ponsel global. 

Guo menekankan, Indonesia merupakan pengembangan masa depan. Bagi dia, ketimbang India, Indonesia akan mampu menggantikan China sebagai pusat manufaktur di masa depan. 

"Foxconn melihat (Indonesia) sebagai sebuah pasar yang tengah berkembang dan punya potensi besar. Di sana tidak kekurangan tenaga kerja yang mengerti Teknologi Informasi. Gou tengah memprioritaskan tempat-tempat yang punya potensi sangat besar untuk pertumbuhan pasar domestik dan Indonesia kini berada di peringkat atas," kata Kuo Ming-chi, pengamat dari KGI Securities di Taipei. 


Indonesia pun kini menjadi tempat favorit bagi raksasa-raksasa otomotif untuk mengembangkan produksi. Perusahaan Jepang, Toyota, dan Tata Motors dari India mendirikan pabrik-pabrik baru di negeri ini.   
  
Menurut RTT, kondisi manufaktur di Indonesia tengah membaik dalam beberapa bulan terakhir. Menurut HSBC Indonesia Purchasing Managers' Index, seperti dilaporkan Markit Economics, indeks manufaktur Indonesia Desember 2013 sebesar 50,9, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 50,3. 

Penulis : Renne R.A Kawilarang
Sumber : http://dunia.news.viva.co.id/, Senin, 27 Januari 2014, 17:44 WIB.