Selasa, 11 Desember 2012

Etika Menggunakan Facebook untuk Kebaikan Anda



Sejak dari jaman dahulu sebelum adanya hukum positif, etika menjadi satu acuan moral bagi perilaku manusia. Demikian pula di dunia maya, khususnya di Facebook, etika haruslah ada. Etika menggunakan Facebook memang bukan aturan yang mengikat, namun adanya etika ini membuat nyaman hubungan kita dengan orang lain.

Beberapa etika yang ada di Facebook akan kami bahas di bawah ini.

  • Berhentilah mengeluh di status anda. Sejujurnya, ketika anda lelah, patah hati, lapar dan lain sebagainya, tidak ada yang peduli. Semua orang pernah merasakannya, bahkan sedang merasakannya. Selain itu keluhan hanya akan membuat seseorang tidak menghormati anda. Apalagi keluhan tentang pekerjaan akan membuat anda tampak tidak kompeten.

  • Facebook adalah bukan Twitter. Hal ini berarti ada dua hal yang harus anda perhatikan, yakni jangan memposting semua tweet anda ke Facebook dan juga jangan mengupdate status Facebook tiap lima menit hanya memberitahu apa yang anda lakukan. Apalagi yang anda lakukan juga dilakukan oleh banyak orang seperti makan, minum, tidur, dan lain-lain. Jujur saja, tidak akan ada yang peduli, bisa jadi malah banyak yang terganggu. 

  • Ketika hubungan seseorang mengalami suatu kemunduran, misalnya dari berpacaran menjadi single, dari menikah menjadi rumit atau bercerai, jangan memberikan komentar atau bahkan like. Sikap memberikan komentar atau like tersebut benar-benar aneh.
 
  • Jangan bertengkar dengan pasangan anda di Facebook. Pada umumnya, bentuknya ada dua macam, yakni:
  1. Membuat status berbau pasif agresif tentang pertengkaran yang anda lakukan dengan pasangan, sebagai contoh: “Suamiku tidak membiarkan aku pergi hang out dengan kawan-kawan! Ugh!”
  2. Berkomentar di status atau gambar yang diunggah oleh pasangan secara pasif agresif. Sebagai contoh: “Aku senang kamu bersenang-senang di sana, semua cucian sudah kucuci, lho!”     Ingat, pertengkaran itu aib anda. Rasanya tidak perlu mengumbar aib di tempat umum.    Jangan memasukkan orang ke dalam grup tanpa permintaan mereka. Kebanyakan orang tidak mengatur setting emailnya dengan benar di Facebook. Dengan memasukkannya ke dalam grup, apalagi grup yang ramai, bisa jadi inbox email mereka dibanjiri dengan email notifikasi dari Facebook. Belum lagi jika grupnya aneh-aneh, bisa jadi orang tersinggung dengan perbuatan anda.

  • Jangan berulangkali mengundang orang untuk memainkan Games bersama anda. Jika memang ia berniat mengembangkan pertanian dan peternakan di Farmville, sudah pasti dilakukan sejak lama. Lebih baik anda mengundang teman secara personal dengan mengirim pesan di inbox mereka daripada mengirim permintaan games.

  • Jangan melakukan tag terhadap seseorang pada update status yang tidak eksplisit mengenai mereka atau foto dan tautan yang tidak ada kaitannya dengan mereka. Jika anda menginginkan mereka melihatnya, tag mereka di dalam komentar. Tag di status membuat update anda tampil di timelineBeberapa pertemuan seharusnya tidak menggunakan Facebook Events sebagai undangan, sebagai contoh adalah pemakanan dan pernikahan. Untuk pemakanan, boleh saja menggunakan Facebook Events dengan catatan tertutup dan undangan dan tidak mengundang terbuka seperti pesta. Sedangkan untuk pernikahan, ada baiknya untuk tidak menggunakan Facebook Events sama sekali, kecuali anda terlalu malas untuk mengirim undangan.

  • Jika ada seseorang yang tidak secara eksplisit mengumumkan di Facebook apakah mereka bertunangan, hamil, melahirkan atau hal bahagia semacam ini, alangkah baiknya kita tidak mendahului mengumumkan hal tersebut melalui Facebook dengan cara apapun. Itu adalah berita mereka, biarkan mereka mengumumkannya sendiri. Sangat tidak sopan rasanya menyebarkan berita tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Bisa jadi berita itu akan digunakan sebagai kejutan untuk suami atau keluarganya, lalu ketika anda mengumumkannya, kejutan itu jadi gagal total.
 
  • Akan lebih sopan jika menyampaikan duka cita kepada seseorang melalui pesan pribadi (inbox) daripada melalui wall. Ketika anda melayat/ta’ziah ke orang yang mengalami musibah, bukankah anda menemuinya secara pribadi, lalu mengucapkan bela sungkawa dengan lemah lembut untuk menghibur dan menasehatkan kesabaran kepadanya? Bayangkan jika anda berada di depan rumahnya lalu mengatakan bahwa anda menyatakan bela sungkawa supaya diketahui orang banyak. Terkesan aneh, kan?
Facebook dan dunia nyata tidaklah sama, ada baiknya dipisahkan dari dunia nyata.


Memang tidak sedikit orang yang berkata, ini Facebook, bukan dunia nyata. Ya, itu adalah benar, memang ini adalah Facebook, bukan dunia nyata. Namun jika apa yang ada di dunia nyata dapat dibawa ke Facebook untuk membuat orang lain merasa lebih nyaman dengan kita, kenapa tidak kita lakukan? Bagaimana pendapat anda?

Sumber : http://www.i2harmony.info/, 6 Desember 2012.

Tidak ada komentar: