Beginilah Nasip Para Pelaku Pemerkosaan dan Pencabulan Saat di Penjara ! (Jangan Terjadi Pada Anda!!!!!!!!!)


Masih hangat dalam ingatan kita bagaimana seorang anak TK yang mengenyam pendidikan di sebuah TK Internasional, di Jakarta menjadi korban pelecehan dan perkosaan di sekolah yang sangat-sangat-sangat aman dari orang luar. Bagaimana tidak untuk masuk area sekolah saja dijaga oleh pasukan pengamanan yang berlapis-lapis, bahkan rombongan aparat pendidikan Kemendiknas-pun harus "balik kucing" karena di anggap orang asing (bagi mereka pemilik sekolah).


Bayangkan seorang anak TK, yang masih lucu-lucunya dan baru menikmati sesaat indahnya dunia dan memulai hidup tiba-tiba harus berhadapan dengan 5 oknum pemerkosa dewasa, ditempat yang dinilai sangat aman bagi orang tuanya.

Saya pribadi sangat geram dengan peristiwa tersebut, tunas bangsa kita dihancurkan oleh beberapa oknum orang tidak waras yang mengaku "orang waras"!!!

Sebelum memulai bahasan ini mari kita mengenal terlebih dahulu definisi perkosaan serta pencabulan terlebih dahulu.. Sebelumnya anda harus mengetahui perbedaan peristiwa pencabulan dan perkosaan : 
  1. Pencabulan adalah peristiwa perkosaan yang hanya meliputi aneka bentuk pelecehan secara fisik organ tubuh luar. 
  2. Perkosaan adalah peristiwa pemaksaan kepada korban untuk melakukan hubungan suami istri dengan cara paksa dan kekerasan.

Baik peristiwa pencabulan maupun perkosaan selalu menimbulkan efek negatif yang sama. Yang lebih mengenaskan kadang untuk menghilangkan jejak dan malu dikemudian hari banyak peristiwa pemerkosaan diikuti dengan peristiwa pembunuhan korban perkosaan. Kalaupun tidak di bunuh, biasanya korban selalu di ancam "akan dibunuh" jika membocorkan peristiwa perkosaan tersebut.

Yang lebih menyedihkan peristiwa perkosaan atau pencabulan biasa akan terjadi berulang, si pelaku biasanya ketagihan dan dengan memanfaatkan kelemahan pelaku dia akan "ingin dan ingin lagi". 

Peristiwa perkosaan dan pencabulan yang tidak diikuti peristiwa pembunuhanpun, akan membunuh masa depan si korban, baik efek trauma yang ditimbulkan, efek lain yang diterima setelah korban dewasa dan menikah = tidak perawan !, dan effek lain.

Yang aneh pelaku biasanya orang dekat atau setidaknya mengenal korban. Yang lebih memprihatinkan korbannya pun ada yang masih balita, anak usia sekolah, mahasiswa bahkan ibu-ibu tukang sayur ! 
  1. Seorang Wakasek yang jadi panutan guru dan siswa di sekolah "hanya" mencabuli siswinya.
  2. Seorang ayah tiri "hanya" mencabuli anaknya (sampai si anak meninggal)
  3. Seorang siswi diperkosa teman kencannya (bersama teman-temannya yang lain)
  4. Seorang mahasiswi diperkosa sepulang dari kampus lalu di bunuh
  5. Seorang ibu tukang sayur diperkosa di dalam angkot saat berangkat ke pasar
  6. Seorang "aparat" memperkosa siswa SMP berulang
  7. Seorang kakek memperkosa cucunya di rumahnya
  8. ....dan aneka periswtiwa yang dapat anda baca di media masa
Para keluarga korban dan hampir seluruh masyarakat yang mengetahui kejadian ini pasti akan berteriak : HUKUM MATI PEMERKOSA !

Namun tunggu dulu, ada yang lebih seru dari hukuman mati dan ini lebih mantab ! dan anda harus tahu :

Dengan jumawa menikmati memperkosa di masyarakat

Meski nampaknya si pelaku merasa di atas angin ya rupanya saat memperkosa/ mencabuli korbannya, namun apa yang terjadi selanjutnya berbalik 180 derajat !!!


Perhatikan uraian berikut (bayangkan seandainya anda adalah pelaku) :
  1. Ketika anda tertangkap sebagai pemerkosa anda akan DI HAKIMI MASA !! (masih untung tidak sampai meninggal).
  2. Ketika anda sudah babak belur  anda diserahkan ke Polisi (sambil bikin 'perjanjian damai" dipaksa menikahi korban yang belum tentu anda cintai sepenuhnya). 
  3. Di kantor Polisi anda sudah pasti disambut dengan antusias oleh petugas pemeriksa (tentunya dengan kontak fisik)
  4. Di Ruang tahanan anda berjumpa dengan penghuni lama dan dapat tambahan sambutan spontan
  5. Ketika perkara anda disidangkan, hampir semua isi pengadilan seakan-akan hendak mengeroyok anda (masih beruntung dilindungi petugas, walau kadang ada pengunjung/ keluarga korban nekat memberi hadiah fisik yang mantab !!)
  6. Setelah anda divonis hukuman sekian bulan di penjara anda akan menemui peristiwa dramatis berikut, dikutip dari  http://agussutondomediacenter.blogspot.com/.

Menikmati "diperkosa" di penjara

Sekilas tentang dampak kasus pemerkosaan, ternyata kehidupan di dalam penjara lebih tegas, jelas dan ganas, penjara adalah tempat paling menakutkan dan mengerikan bagi para pelaku pemerkosaan karena di penjara adalah kumpulan manusia-manusia kriminal dari berbagai kasus kejahatan, toh bagi dunia yang seram ini masih mempunyai tata krama diantara mereka, bahwa kejahatan yang besar dan memalukan adalah kasus pemerkosaan, malah ada istilah kalau anda seorang preman baik preman kecil maupun preman besar dan terlibat kasus pemerkosaan maka preman anda akan luntur karena diantara penjahat sekalipun, kasus yang yang di kenal dengan istilah belah durian ini sangat di tabukan serta akibatnya bagi para pelaku pemerkosaan akan mengalami hukuman liar yang sesungguhnya

Para pemerkosa ini dianggap sah untuk di perkosa kembali oleh siapapun yang ada di dalam, karena dia pemerkosa, hukumannya ganti di perkosa, so pasti bukan hanya sekali dan hukuman tambahannya pun lebih menyakitkan yaitu di tonton beramai-ramai untuk, maaf.......melakukan onani dengan obat sejenis balsem dan remason atau daun gatal yang tumbuh di sekitar penjara, para pelaku pemerkosaan di paksa terus untuk melakukan hal itu sampai dalam bahasa penjara hanya keluar anginnya saja, malah ada yang lebih parah dan menjijikkan mereka para pelaku pemerkosaan di suruh makan kotorannya sendiri.

Masih ada yang lebih mengerikan kalau ternyata korban pemerkosaan adalah istri, anak, keponakan, adik atau masih punya hubungan keluarga dengan narapidana yang lain, balas dendam akan berlangsung lebih sadis karena dalam dunia kriminal menilai para pelaku pemerkosaan adalah kejahatan yang paling biadab, mereka harus di adili dengan hukum jalanan dan harus segera di lakukan agar impas dan puas, mengingat kejamnya hukum jalanan di dalam penjara maka para petugas sipir selalu menempatkan pelaku pemerkosaan pada sel khusus atau sel isolasi, sel selalu di kunci dan di jagai, namun bagi preman penjara itu bukan penghalang besar, selalu ada cara lolos menelusup ke sel isolasi tersebut.

Barang kali kita bisa belajar dari penanganan para kriminal di penjara ini, bukan soal mereka balas dendam dan bagaimana membenarkan tindakan itu, di dunia kelam para napi, mereka mampu menemukan musuh utama atau musuh bersama untuk di lawan beramai-ramai dan hebatnya mereka tidak pernah menyalahkan korban.


7. Sekedar catatan rata-rata para pelaku pemerkosaan setelah mereka bebas dari penjara, mereka seperti orang linglung, karena tiada hari tanpa derita buat mereka di dalam penjara, ketika kembali ke tempat tinggalnya sudah bisa dipastikan semua kenalan anda akan memandang rendah anda dan bukan tidak mungkin para keluarga korbanakan meyambut kebebasan anda 'dengan meriah".

8. Ketika anda meninggal para malaikat sudah menunggu anda untuk di bawa ke nerakaaa....

Mudah-mudahan tulisan ini dapat mengingatkan bagi siapapun agar jangan coba-coba melakukan tindakan pemerkosaan dan pencabulan, karena sangat mengerikan akibat yang di timbulkan itu baru siksaan di dunia belum di pengadilan akhir nanti tentunya lebih sangat menyakitkan.

Sekedar saran bagi para keluarga korban tindak perkosaan :

Jangan pernah memaksakan korban perkosaan dinikahkan dengan pemerkosanya !
Mengapa sudah bisa dipastikan korban perkosaan seumur hidupnya akan menderita !
karena si pemerkosa menikah dengan terpaksa dan 
pastinya akan membalaskan dendamnya kepada korban dan KDRT akan terjadi seumur hidup !


Solusinya ?

Korban perkosaan dan pencabulan biasanya mengalami trauma dan depresi mental yang hebat, sebaiknya di bawa ke psikiater, dan besarkan hatinya agar ia bisa menerima keadaanya sepenuhnya. Seandainya suatu saat si korban menemukan pendamping hidup yang tepat, ada baiknya peristiwa perkosaan ini di jelaskan kepada si calon suami dengan cara yang baik. 

Semoga dengan cara demikian si korban dapat menikmati kebahagiaan selama hidupnya dalam perkawinannya.

Penulis Yohanes Gitoyo S Pd.
http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2013/03/hukuman-yang-mantap-bagi-pelaku.html