Kamis, 24 April 2014

Menguak Misteri Penyebab Terjadinya Hujan Es Di Jakarta.


Kumpulan awan yang menggayut di wilayah Jakarta memicu hujan. Namun, ada yang beda dengan hujan pada Selasa (22/4/2014). Hujan bukan air cair, melainkan es.

Linimasa Twitter, Selasa (22/4/2014) sore ini, heboh dengan fenomena hujan es batu. Butiran es yang turun tampak berukuran besar dan ramai diperbincangkan.

Akun Twitter Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa di wilayah Kebon Jeruk dan sekitarnya terjadi hujan es disertai angin yang sangat kencang. 

Penelusuran Kompas.com, hujan es batu dilaporkan juga terjadi di sekitar wilayah Kemanggisan, Kembangan, Kedoya, dan Karawaci.


"Subhanallah... Jakarta Hujan es batu..baru pertama kali seumur hidup ngalamin. Segede es buat es teh...,"
@Tiar_Chef.

"Panik banget waktu tadi mobil berasa ditimpukin. HUJAN ES. Tadi terik banget. Ya Tuhan ngeri banget...,"
@roxieve.

"Hujan es :o buat yang di jalan hati2 ya..lumayan gede soalnya..lebih baik menepi dulu aja..,"
@stella_scw. 

Foto-foto es yang turun pun menyebar cepat di linimasa. Tidak hanya sebesar kerikil, beberapa orang bahkan mem-posting es yang seukuran bongkahan batu. 


Bagaimana fenomena hujan es bisa terjadi?  Apa Sebabnya?


Mengapa demikian?

Bagaimana fenomena hujan es bisa terjadi? Apa Sebabnya?


Sebelumnya mari kita belajar tentang kisah tentang hujan. Hujan adalah peristiwa turunnya air dari langit ke bumi. Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.


Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.


Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:
  1. TAHAP – 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.
  2. TAHAP – 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.
  3. TAHAP – 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya.


Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar.

Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142).

Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Edvin Aldrian mengatakan, hujan es di Jakarta hari ini dapat disebabkan oleh paduan berbagai faktor.

"Pada siang hari seperti ini, terjadi angin laut. Saat ini, angin laut bergerak lebih cepat sehingga bisa menembus ketinggian lebih tinggi dari biasanya, mencapai freezing level," ujar Edvin.

Edvin mengungkapkan, freezing level terasa di ketinggian 13.000 kaki. "Ketika angin bergerak sangat cepat mencapai wilayah lebih tinggi, yang terjadi uap air mengalami sublimasi, dan akhirnya turun menjadi hujan es," imbuhnya.

Edvin menambahkan, faktor lain yang memicu adalah adanya angin yang bergerak dari daerah lebih tinggi di wilayah selatan DKI Jakarta.

"Angin ini bisa memblokade angin laut dan membuatnya bergerak ke wilayah lebih tinggi," papar Edwin. 

Sementara itu, pakar meteorologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Zadrach Leoufij Dupe mengatakan, "hujan es di Indonesia itu umum, terjadi setiap tahun."

Zadrach mengatakan, saat ini Indonesia mengalami pancaroba. Pada masa itu, temperatur lebih tinggi sehingga konveksi juga lebih tinggi, mempengaruhi intensitas pembentukan awan.

Awan yang terbentuk di Jakarta adalah awan kumulonimbus yang tinggi dan tebal. "Saat jatuh, harusnya awan mencair. Tetapi kalau ukuran butiran cukup besar, akhirnya ketika jatuh masih dalam bentuk es," kata Zadrach.

Penyusun : Yohanes Gitoyo
Sumber :

  1. http://sains.kompas.com/read/2014/04/22/1733327/Hujan.Es.di.Jakarta.Apa.Sebabnya., Selasa, 22 April 2014, 17:33 WIB
  2. http://megapolitan.kompas.com/read/2014/04/22/1631590/Heboh.Hujan.Es.Batu.di.Jakarta.Ramai.di.Twitter., Selasa, 22 April 2014, 17:33 WIB
  3. http://r3fin3.wordpress.com/2010/11/05/penyebab-terjadinya-hujan/, 5 Nopember 2010.
  4. http://saripedia.wordpress.com/tag/proses-terjadinya-hujan-menurut-alquran/, 1 September 2010.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...