Mengenal Kecanggihan Air Force One RI : Boeing Business Jet 2 (BBJ2) Green.



Pada hari Kamis 10 April 2014, Pesawat Kepresidenan RI : Boeing Bussiness Jet 2 Green, telah tiba di Base Ops, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kedatangan pesawat tersebut disambut langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan pejabat Kementerian Pertahanan. Pesawat kepresidenan itu siap mengantarkan SBY dalam mengemban tugas negara baik ke dalam maupun luar negeri. Sejak 69 tahun merdeka, ini merupakan kali pertama Indonesia punya pesawat kepresidenan RI.

Pesawat senilai Rp820 miliar ini memiliki beberapa fitur keamanan yang canggih. Salah satunya anti serangan rudal. "Pesawat ini mempunyai sensor yang mendeteksi panas. Jika ada benda asing atau rudal, maka pesawat itu dapat menghindar," kata seorang petugas Bandara Halim Perdana Kusuma yang enggan di sebutkan namanya, di lokasi, Kamis (10/4/2014).

Pesawat ini dibeli dengan harga US$ 91,2 juta atau sekitar Rp 820 miliar dengan rincian US$ 58,6 juta untuk badan pesawat, US$ 27 juta untuk interior kabin, US$ 4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$ 1,1 juta untuk biaya administrasi.


Meski harga pesawat relatif mahal, Sudi menyatakan, membeli pesawat baru lebih menghemat anggaran negara dibandingkan menyewa pesawat komersial. Selama ini, pemerintah menyewa pesawat milik Garuda Indonesia untuk operasional Presiden. "Perhitungan yang dilakukan dengan cermat oleh pemerintah, penghematan anggaran negara, selama masa pakai pesawat ini di kisaran beberapa tahun ke depan adalah Rp 114,2 miliar," ujar Sudi. Selain itu, tambah Sudi, dengan tidak bergantung lagi pada pesawat komersial, maka tidak akan lagi ada gangguan jadwal dan kinerja maskapai penerbangan. "Selama ini perusahaan penerbangan harus mengatur ulang jadwal penerbangan apabila ada tugas-tugas kenegaraan yang mengharuskan menggunakan pesawat (komersial) bagi perjalanan dinas presiden," jelas Sudi.



Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan, pesawat kepresidenan ini memang dirancang untuk dapat memenuhi persyaratan demi menunjang pelaksanaan tugas kenegaraan presiden RI. Pesawat BBJ2 dirancang untuk memuat 4 VVIP class meeting room, 2 VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat dirancang untuk dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden. 






BBJ2 mampu terbang dengan ketinggian maksimal 41.000 feet, mampu terbang selama 10 jam, memiliki kecepatan jelajah maksimum 0,785 mach dan kecepatan maksimum 0,85 mach. Pesawat juga dilengkapi dengan perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah ditambah untuk daya jangkau sampai dengan 10.000 kilometer. Dengan kemampuan itu, pesawat ini lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pelosok Tanah Air dan tugas kepresidenan di negara sahabat. Pesawat seri 737-800 ini juga merupakan jenis yang sama yang digunakan maskapai penerbangan pelat merah, Garuda Indonesia. 

Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet 2

Seperti dikutip dari Jet Advisor, Kamis (10/4/2014), BBJ merupakan produk hasil usaha patungan Boeing Company dengan General Electric (GE), diproduksi  sejak 2011. Usaha patungan itu memang sengaja dibentuk demi menciptakan pesawat dengan performa unggul seperti yang kini diterima Indonesia.

BBJ yang pertama kali diproduksi berhasil mengundang decak kagum para pelanggan dan sejumlah manufaktur mengingat hasil penjualannya yang jauh melampaui ekspektasi. Dikenalkan pada 2012, pesawat berbadan panjang, BBJ2 memiliki ruang interior yang berukuran 25% lebih luas dengan kapasitas bagasi ganda. Pesawat yang juga dikenal sebagai generasi 737-800 ini memang berukuran 19,2 kaki lebih panjang dibandingkan jenis 737 yang telah sukses sebelumnya.

Pesawat ini memiliki panjang sekira 39,5 meter, panjang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter, dan memiliki diameter 3,73 meter. Untuk interiornya, BBJ2 ini memiliki panjang 29,97 meter, dengan tinggi 2,16 meter dan lebar 3,53 meter. Dengan daya tampung 39.539 liter bahan bakar, pesawat ini dapat terbang maksimal sejauh 10.334 kilometer. Namun jika pesawat berisi maksimal 50 orang, jarak tempuhnya mencapai 8.630.


Kokpit BBJ2 dilengkap dengan sistem avionik digital Honeywell dengan tiga ORS dan komputer pendataan penerbangan ganda. Panel pesawat diletakkan di tengah enam monitor LCD EFIS berukuran besar. Kokpit canggih BBJ2 juga dilengkapi FMS ganda, Rockwell Collins Series 900 VHF comm/nav ganda dengan DME, HF comms, ADF, GPS, MLS dan radar cuaca tipe WXR-700X weather radar. Salah satu model terbaru Flight Dynamics HGS 2000 HUD juga melengkapi kemewahan pesawat tersebut.

Berikut spesifikasi lengkap pesawat kepresidenan Boeing Bussiness Jet 2 Green.


Ukuran pesawat 
  • Rentan Sayap : 35,79 Meter
  • Panjang Badan : 38 Meter
  • Tinggi Pesawat : 12,50 Meter 
  • Mesin : 2 Mesin CFM56-7
  • Sejarah pesawat : pembuatan dilakukan sejak tahun 2013 (Date Manufacture)
  • Kemampuan Terbang: Ketinggian Maksimum 41.000 Feet.
  • Endurance (Daya Jelajah) 10 Jam.
  • Kecepatan Jelajah Maksimum : 0,785 Mach.
  • Kecepatan Maksimum : 0,85 Mach
  • Jangkauan Jelajah Maksimum : 4.620 Nm / 8.556 Km


Data Muat : 
  • 4 VVIP Clas Meeting Room,
  • 2 VVIP Clas (State Room) 
  • 12 Executive Area
  • 44 Staff Area  

Penyusun : Yohanes Gitoyo, S Pd.
Sumber :

  1. http://nasional.kompas.com/, Kamis, 10 April 2014, 13:13 WIB.
  2. http://bisnis.liputan6.com/, Kamis, 10 April 2014 12:31 WIB.
  3. http://news.okezone.com/, Kamis, 10 April 2014 10:28 WIB.
  4. http://nasional.news.viva.co.id/, Selasa, 16 Juli 2013, 17:15 WIB.