Selasa, 08 April 2014

InaSAFE 2.0, Software Karya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia : "Bisa Prediksi Dampak Bencana".


Menyadari risiko bencana yang setiap saat melanda berbagai wilayah di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaharuan peranti lunak InaSAFE 2.0. Peranti versi baru tersebut dapat memprediksi dampak sosial dan kemanusiaan atas bencana alam. 

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, mengatakan alat InaSAFE akan bantu meningkatkan kesiap-siagaan bencana di Indonesia dengan memberikan cara baru dengan mengombinasikan informasi bahaya dan pengetahuan masyarakat pada risiko bencana. 

Versi terbaru peranti ini merupakan kerjasama antara BNPB bersama Australia dan Band Dunia.


"Alat ini mampu memproduksi skenario dampak bahaya natural dan realistik untuk perencanaan, kesiapsiagaan terbaik dan aktivitas pelatihan penindakan, dengan menggabungkan rangkaian infomasi bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami atau banjir," kata Maarif dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Australia kepada VIVAnews, Selasa 8 April 2014.

Ditambahkan Maarif, peranti tersebut juga menggabungkan pembukaan data, misalnya distribusi populasi ruang, jembatan dan infrastruktur penting. 

Pejabat Konsuler Pengembangan Kerjasama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Jean-Bernard Carrasco mengatakan InaSAFE 2.0 mampu mengerjakan pengumpulan trafik data, pengunduhan trafik peta secara langsung dari peralatan pemetaan online openStreetMap (OSM). Fungsi baru ini disebutkan dapat mambantu perencanaan kemungkinan evakuasi dan rute tanggap darurat. 

"Dengan bantuan badan Ilmu Bumi pemerintah Australia dan Fasilitas Pengurangan Bencana Indonesia-Australia, lebih dari 1,3 juta gedung di Indonesia telah dipetakan dalam OSM dan data ini sudah tergabung dalam InaSAFE," ujat Carrasco. 

Pembaharuan peranti lunak itu kompatibel dengan peranti lunak terbuka dan gratis Geographic Information System QGIS 2.0. 


Peranti InaSAFE versi 2.0 juga memungkinkan pengguna untuk mengimpor data ruang dari sumber terpencil dan menciptakan kustom template peta terdampak.

Bank Dunia melalui Fasilitas Global Pengurangan dan Pemulihan Bencana memfasilitasi penggunaan InaSAFE di berbagai belahan dunia, termasuk di Afrika dan negara seperti Sri Lanka maupun Pakistan. 

Presiden Bank Dunia, Jim Y Kim, belum lama ini mendaftarkan penggunaan InaSAFE sebagai salah satu dari Tujuh Langkah Kelangsungan Hidup Bencana. 

InaSAFE merupakan peranti lunak gratis dan terbuka yang menyediakan pengaturan kebencanaan di seluruh dunia. Peranti ini menggunakan alat sederhana, tapi ketat untuk perencanaan kebencanaan berbasis fakta dan bukti.

Penulis : Dwifantya Aquina , Amal Nur Ngazis
Sumber : http://teknologi.news.viva.co.id/, Selasa, 8 April 2014, 06:05 WIB.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...