Sabtu, 26 April 2014

Rajin Minum Kopi Tekan Risiko Diabetes?


Kopi memang telah diketahui sebagai minuman yang bermanfaat karena kandungan antioksidannya. Sebuah studi berskala di Amerika Serikat bahkan baru-baru ini menemukan, kebiasaan minum kopi dapat mengurangi risiko diabetes melitus.

Studi yang melibatkan lebih dari 123.000 orang dewasa itu menemukan, orang yang minum kopi lebih dari satu cangkir dalam sehari selama empat tahun mengalami menurunan risiko diabetes. Kesimpulan tersebut didapat melalui perbandingan dengan kelompok lainnya yang minum kopi kurang dari itu.

"Sepertinya ada pengaruh dosis kopi yang dikonsumsi dengan penurunan risiko diabetes," ujar ketua penelitian Frank Hu, profesor nutrisi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.


Menurut studi tersebut, semakin banyak konsumsi kopi semakin menurun risiko diabetes yang dihadapi seseorang. Minum kopi tiga hingga lima cangkir kopi dalam sehari dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan.

Kendati demikian, tidak semua orang bisa minum kopi dalam jumlah yang sangat banyak dalam sehari. Pasalnya, kafein dalam kopi merupakan stimulan yang membuat orang tetap terjaga, waspada, dan membuat jantung berdebar-debar.

"Sulit untuk menentukan komponen apa dalam kopi yang dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun kombinasi dari antioksidan dan nutrisi pada kopi mungkin yang paling berperan," kata Hu.

Studi yang dipublikasi dalam jurnal Diabetologia tersebut menunjukkan adanya hubungan antara dosis kopi dan penurunan risiko diabetes. Meskipun, hubungan tersebut bukanlah hubungan sebab-akibat.

Studi sebelumnya pada binatang dan sejumlah kecil kelompok orang dewasa menunjukkan, tidak ada hubungan antara kopi dan penurunan resistensi insulin. Diketahui, resistensi insulin merupakan tanda-tanda dari diabetes.

Hu menegaskan, kopi dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat, namun untuk mencegah terjadinya diabetes tipe 2, maka itu bukan segalanya. "Orang harus menjaga berat badannya tetap ideal dan aktif secara fisik," katanya.

Penulis : Unoviana Kartika 
Editor : Lusia Kus Anna
Sumber :www.healthday.com, http://health.kompas.com/, Jumat, 25 April 2014, 13:12 WIB.